Jakarta, Rp1news – Wakil Presiden (Wapres) KH Ma’ruf Amin menegaskan saat ini, dunia masih menghadapi tiga krisis global, yaitu perubahan iklim, kehilangan keanekaragaman hayati, dan polusi.
“Perubahan iklim akibat peningkatan emisi gas rumah kaca mengakibatkan suhu global naik, cuaca ekstrem, dan kenaikan permukaan laut,” kata Wapres.
Itu diutarakan Wapres saat menghadiri puncak Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2024, di Arboretum Manggala Wanabakti, Jl. Gatot Subroto, Jakarta Pusat, pada Jumat (05/07/2024).
Wapres mengatakan kondisi ini berdampak pada hilangnya keanekaragaman hayati akibat banyaknya spesies yang tidak mampu beradaptasi dengan perubahan lingkungan yang cepat dan ekstrem.
“Polusi udara yang ekstrem juga berisiko menyebabkan penyakit pernapasan pada manusia dan gangguan kesehatan lainnya,” kata Wapres.
Menurut Wapres, ketiga krisis ini perlu segera ditangani. Krisis lingkungan merupakan masalah global yang membutuhkan kerja sama seluruh aktor baik negara, organisasi internasional, pelaku usaha, hingga masyarakat.
Pemerintah menargetkan penurunan emisi gas rumah kaca sebesar 31,89% melalui skenario upaya sendiri, dan sebesar 43,2% melalui dukungan internasional pada tahun 2030 yang difokuskan pada lima sektor, yaitu kehutanan, energi, limbah, proses industri dan penggunaan produk, serta pertanian.
Wapres juga mengungkapkan Bari Lingkungan Hidup Sedunia tahun ini berfokus pada isu pentingnya pemulihan lingkungan untuk mengatasi degradasi lahan, membangun ketahanan terhadap cuaca ekstrem, sekaligus menurunkan kemiskinan dengan meningkatkan mata pencaharian masyarakat. Di Indonesia, tema ini dipertajam dengan fokus pada penyelesaian krisis iklim dengan inovasi dan prinsip keadilan.
Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar melaporkan, rangkaian acara peringatan Hari Lingkungan Hidup di Indonesia telah berlangsung sejak 5 Juni hingga acara puncak pada 5 Juli.
“Kegiatan dalam konteks partisipasi publik yang luas seperti untuk pemulihan lingkungan dengan sedekah hutan, penanaman pohon dan mangrove di berbagai daerah, coastal clean up di Banten, festival sungai seperti di Ciliwung, kemah lingkungan komunitas vespa Modsmayday menanam, dan lain-lain,” urainya.
Khusus pada acara puncak hari ini, Siti Nurbaya mengatakan bahwa dirinya mengundang 44 Duta Besar negara sahabat, 14 mitra Pembangunan, serta Para Pemimpin Redaksi Media Nasional dan 57 perwakilan pemuda penggiat lingkungan.
“Acara dikemas dalam bentuk jamuan makan siang persahabatan untuk memperkuat hubungan bilateral dan multilateral antara Indonesia dengan negara sahabat dan organisasi internasional dalam rangka menjalin kerja sama di bidang lingkungan hidup dan kehutanan,” ungkapnya.
Sebagai wujud jalinan kerja sama internasional untuk penanganan masalah lingkungan, dalam kesempatan tersebut, dilakukan Peluncuran Ambassador Bamboos Bike Club. Siti Nurbaya menyerahkan sepeda bambu kepada Duta Besar Norwegia untuk RI, Duta Besar Selandia Baru untuk RI, Duta Besar Denmark untuk RI, Duta Besar Mesir untuk RI, Mitra Pembangunan UNDP, Perwakilan Duta Besar Jepang untuk RI, dan Perwakilan Duta Besar Kanada untuk RI.
Acara diakhiri dengan peresmian Indonesia Green TV dan Taman Arboretum Manggala, serta penanaman pohon oleh Wakil Presiden.
Turut hadir dalam acara ini, Menteri Luar Negeri Retno L.P. Marsudi. Sementara, Wapres didampingi oleh Kepala Sekretariat Wakil Presiden Ahmad Erani Yustika, Plt. Deputi Bidang Dukungan Kebijakan Ekonomi dan Peningkatan Daya Saing Sapto Harjono W.S., Staf Khusus Wapres Imam Aziz, Robikin Emhas, dan Lukmanul Hakim, serta Tim Ahli Wapres Farhat Brachma. (@)

