Jakarta, Rp1news – Kapal berjenis LCT GT 145 milik Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) yang membawa material Base Transceiver Station (BTS), hilang kontak dalam perjalanan Timika-Yahukimo sejak Rabu (17/7).
Ketua MPR Bambang Soesatyo meminta Tim SAR, dan TNI AL serta Polairud yang sudah berupaya melakukan pencarian agar lebih memaksimalkan upaya pencarian terhadap awak dan kapal tersebut dengan mengemban harapan seluruh kru segera ditemukan dalam kondisi aman, dan penumpangnya selamat.
“Tim gabungan SAR dan bersama Polairud juga dapat melakukan penyisiran ke sepanjang wilayah perairan menuju Yahukimo, termasuk di jalur tengah laut dan perairan dangkal, sesuai SOP dan teknik pencarian korban, ” utara Bamsoet panggilan akrabnya di Jakarta, Selasa (23/7/2024).
Bamsoet yang juga Wakil Ketua Umum Partai Golkar ini meminta pemerintah dapat mengizinkan pencarian obyek dengan menggunakan teknik dasar untuk menemukan titik obyek kapal yang hilang kontak tersebut, dan memastikan tidak adanya keterlibatan kelompok kriminal bersenjata (KKB) dalam insiden ini.
“Meminta pemerintah dan aparat keamanan untuk lebih memaksimalkan penjagaan melalui peningkatan jadwal patroli di setiap titik rawan kriminal di Papua, baik yang di darat maupun di laut. Mengingat, serangan yang kerap dilakukan oleh KKB bisa terjadi di hampir seluruh wilayah Papua, ” pungkas Bamsoe.
Badan Pencarian dan Pertolongan Nasional (Basarnas) mengerahkan satu unit pesawat Boeing surveillance atau pengintai, untuk membantu proses pencarian kapal landing ship tank (LCT) Citra XX yang hilang kontak saat berlayar di sekitar perairan Timika-Yahukimo, Papua.
Direktur Operasi Basarnas Edy Prakoso di Jakarta Selasa, mengatakan bahwa pesawat surveillance milik TNI Angkatan Udara tersebut diagendakan mulai melakukan penyisiran di sekitar perairan Timika- Asmat pada operasi SAR hari ke empat.
Hanya, dikarenakan cuaca saat ini masih hujan dan berkabut sehingga tim SAR gabungan masih bersiaga di Bandara Mozes Kilangi Timika. (@)

