0 9 min 23 minutes

Jakarta, Rp1news- Revitalisasi kawasan  Pasar Baru Jakarta Pusat  sebagai kawasan wisata  harus tetap mempertahankan keaslian peninggalan bernilai sejarah.

Bersamaan dengan itu patut dikembangkan juga  elemen-elemen  ikonik kekinian yang instagramable dan sektor yang dapat   memberikan dampak ekonomi dengan memoderenisasi bangunan, pertokoan, dan menambah varian  penyewa dan usaha kecil menengah (UMKM).

Unsur keberagaman dan multikulturisme budaya yang sudah hidup dan berakar di kawasan ini sejak ratusan tahun lalu harus tetap dipelihara dan dipertahankan.

Demikian benang merah yang dapat direntang  dari acara Kick Off Revitalisasi Pasar Baru yang dikemas dalam mini talkshow bertajuk  Kick Off Wajah Baru Passer  Baroe yang digelar  di Ruang Galeri 2 Lembaga Kantor Berita Nasional (LKBN) ANTARA di Jakarta.

Acara yang digelar secara kolaboratif antara Media Rp1News,  pengelola Heritage Center Antara (AHC),  Travel Wisata Kreatif Jakarta, dan unsur Pemda  Jakarta itu dihadiri  sekitar 80-an peserta dari kalangan usia yang didominasi Gen Z.

Nampak hadir di  jajaran undangan Perintis Gunawan, Komisaris Utama Rp1News.com bersama istri dan Direktur Keuangan Rp1News.com Dudi Herianto.

Program Director Toton Hutomi, Dari Rp1News.com, Sofia Prameswari Project Manager MICE AHC, Model Michael Oktavian, dan Founder Komunitas Wisata Kreatif Ira Lathief, dalam mini talk show Wajah Baru Passer Baroe. (Foto Dok)

Sebelum duduk manis menyimak mini talkshow, peserta dihibur oleh penampilan gitar tunggal  Buzar dengan lagu-lagu yang easy listening dan tarian Betawi. Mereka juga . diajak berkeliling kawasan Antara Heritage Center (AHC). Di lantai 2, disamping menikmati berbagai barang antik para jurnalis tempo dulu seperti mesin tik, sepeda, mesin telex,  mesib cetak, dan peralatan lainnya, pengunjung juga diajak menikmati pameran foto karya pewarta foto ANTARA.

 

Saat ini foto yang dipamerkan didominasi puluhan foto human  interest hasil jepretan dari lokasi bencana banjir bandang di Sumut, Sumbar, dan Aceh.

Sebelum kembali ke ruang mini talkshow, peserta  diajak berfoto di Taman  Langit  dengan latar belakang   jam tua buatan 1917 dan memasuki ruang kerja Adam Balik, jurnalis yang juga salah seorang pendiri Kantor  Berita ANTARA, sebelum.menjadi Wapres mendampingi Presiden kedua RI Soeharto.

Acara mini talkahow berlangsung interaktif.  Antusiasme  peserta nampak dari berondongan pertanyaan seputar AHC. Tampil  sebagai pemapar  Sofie Prameswari dari Antara Heritage Center (AHC), Founder Wisata Kreatif  Jakarta Ira Lathief, dan model internasional Mike Octavian sebagai Gen Z yang lahir dan  pernah ngamen sebagai “manusia silver” di keramaian kawasan Pasar Baru.

“Acara yang ini didedikasikan untuk menyambut program revitalisasi kaw

 

asan Cagar Budaya Pasar Baru yang telah menjadi program Pemerintah Daerah Jakarta,” ungkap Toton Hutomi,  Program Director acara tersebut, di Jakarta,  Sabtu (7/2).

Menurut pria yang telah banyak makan asam garam dalam dunia MICE ini,  acara ini diinisiasi oleh  Media Rp1News.com selaku portal berita yang fokus pada pemberitaan  ekonomi, politik, dan sosial kemasyarakatan.

Menurut Toton, dia membayangkan andai sudah direvitalisasi nanti bukan mustahil Pasar Baru akan seramai dan seviral  Kawasan Belanja Blok M di Jakarta Selatan.

Menyambung pendapat Toton, di mata Ira Lathief, Founder Wisata Kreatif Jakarta, kawasan Pasar Baru sangat mungkin menjelma jadi Blok M kedua atau bahkan serupa  kawasan ikonik Myeongdong di Seoul, Korea.

“Saya terkesan dengan objek wisata

 

Myeongdong.  Ini adalah surga belanja dan kuliner di Seoul yang banyak.membetot perhatian wisatawan mancanegara..

Kawasan  ini terkenal dengan skincare murah, fashion kekinian, dan street food lezat. Suasana malamnya meriah dengan aneka sorotan lampu.

“Setiap turis akan diajak ke sini oleh biro travel,” ungkap Ira semringah.

Bagi Ira, agar memikat Pasar Baru seperti Blok M atau Myeongdong, revitalisasi Pasar Baru Jakarta harus mengubah citra dari  “kota mati” menjadi hidup kembali dengan berbagai upaya kreatif.

“Pasar Baru memiliki potensi besar untuk menjadi sepopuler Blok M atau Myeongdong, asalkan mampu mengatasi kendala operasionalnya,” tegasnya.

Pasar Baru harus punya kiat untuk menarik banyak kafe, tempat kuliner ya

ng viral, dan mendatangkan tenant baru.

Dengan begitu  wisatawan akan ramai dan otomatis akan berdampak pada jam operasional yang lebih panjang. Sekarang jam 20.00 Pasar Baru sudah sepi bak kota mati.

Pasar Baru harus membuat  spot ikonis yang instagramable agar menjadi daya tarik Gen Z yang gila ngonten di  media sosial dan tentu seraya kulineran dan belanja.

Menurut Ira, kreativitas revitalisasi Pasar Baru  dapat dikemas dalam bentuk acara kreatif seperti kegiatan  jalanan. Pengelola bisa membuat konsep seperti ‘Citayam Fashion Week’ yang pernah viral namun telah dilarang.

“Di sini anak-anak muda dengan busana ala  fashionista berlenggang len

ggok di atas catwalk jalanan akan sangat menarik, sesuai ciri khas Pasar Baru,” cetusnya.

Dalam amatan Ira, Pasar Baru sejak lama juga  dikenal sebagai satu-satunya kawasan tua di Jakarta yang  unsur keberagaman dan multikulturismenya terpelihara dengan baik.

Sebagian tim panitia berpose bersama usai acara (Foto Dok).

 

Di sini orang lokal (pribumi), hidup rukun dan damai bersama orang  asal Eropa, India, China, dan Arab.

“Saya tidak melihat keberagaman serupa itu  di wilayah Jakarta lainnya,” ujar Ira.

Gedung bersejarah

Dalam paparannya, Sofie Prameswari dari AHC  mengatakan, Gedung Kantor Berita ANTARA adalah peninggalan Belanda yang pada masanya  pernah diaktifkan sebagai kantor berita Aneta  Belanda dan kantor berita Domei Jepang.

“Dari sinilah proklamasi kemerdekaan RI pertama kali disiarkan ke selu

ruh dunia. Jadi gedung ini sangat bersejarah,” katanya.

Yang tak kalah menarik, AHC juga merawat dengan baik ruang kerja jurnalis  Adam Malik sebelum menjadi Wakil Presiden mendampingi Presiden ke-2 RI Soekarno.

“Bahkan beliau mendapat jodoh di sini.   Pak Adam Malik menikahi sekretaris pribadinya,” paparnya.

Menurut Sofie, ruang kerja Adam Malik terjaga keasliannya baik berupa lantai, kaca patri, dan perlengkapan kerjanya.

Berbeda dengan ruang-ruang lainnya di AHC yang terbuka bagi umum,  untuk masuk ke ruang kerja Adam Malik harus mengajukan surat permohonan jauh-jauh hari kepada pengelola gedung.

Wisatawan juga dapat melihat sebuah jam besar  buatan tahun 1917. Setelah 30 tahun mati, AHC memperbaikinya dengan membeli mesin baru dari Belanda. Kini jam tua itu  berputar dengan  gagah dan akurat.

Berdiri megah dalam tampilan arsitektur kolonial Belanda yang  dominan bercat putih, AHC termasuk dalam bangunan cagar budaya kelas A yang berusia 109 tahun pada 2026 ini.

AHC juga merupakan salah satu bagian dari Weltevreden, kawasan tempat tinggal utama orang-orang Eropa di pinggiran Batavia, Hindia Belanda.

Kompleks AHC terdiri dari Griya Aneta dan Graha ANTARA. Griya Aneta adalah bangunan bermenara jam yang dibangun oleh seorang raja media asal Hindia Belanda, Dominique Willem Barrety pada 1917.

Kantor Berita Belanda Aneta dan beralih kepemilikan ke Kantor Berita ANTARA pada 1962 ketika Presiden Soekarno menguatkan posisi dan memastikan Kantor Berita Aneta dan kantor berita Jepang Domei di Pasar Baru menjadi milik Kantor Berita ANTARA.

Kedua gedung itu telah direvitalisasi menjadi AHC dengan berbagai fasilitas  tanpa menghilangkan sisi sejarah dan maknanya sejak puluhan tahun lalu.

Sejumlah fasilitas dan ruangan di AHC, di antaranya Ruang Rapat Adinegoro, Ruang Rapat Kolaborasi, Museum ANTARA, Galeri 1, Galeri 2, Loby Utama Adam Malik, Ruang Atelier, Selasar Taman Langit, Taman Langit 1, dan Taman Langit 2.

Mulai 2026

Dari data yang berhasil dihimpun, sejak 2024 wacana revitalisasi Pasar Baru telah dicanangkan sejumlah pejabat di tingkat kementerian dan Pemprov  Jakarta.

Saat meresmikan ronovasi Antara Heritage Center pada April 2024 lalu, misalnya Menteri BUMN Erick Tohir mengatakan,  AHC  juga diharapkan bisa menjadi ikon baru destinasi wisata sejarah dan jurnalisme di Kota Jakarta.

Sedangkan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno menyampaikan, revitalisasi kawasan Pasar Baru di Jakarta Pusat ditargetkan mulai dilakukan 2026 ini.

Menurutnya, Pasar Baru bukan sekadar pusat perdagangan, melainkan ikon budaya dan sejarah yang seharusnya mendapat perhatian khusus dalam pembangunan kota.

Dulu Pasar Baru pernah ramai dan berangsur sepi saat pandemi Covid 19. Dia optimistis setelah revitalisasi dirinya bisa ngembalikan keramaian  minimal 50 persen.

Menurut Rano, revitalisasi Pasar Baru akan menjadi bagian dari pengembangan kawasan terpadu yang mencakup Lapangan Banteng, Gedung Kesenian Jakarta, dan Kantor Pos Besar.

Pemprov DKI Jakarta, kata dia, akan bekerja sama dengan Kementerian Keuangan untuk membuka akses kawasan dan mengintegrasikan elemen-elemen sejarah dan budaya di dalamnya.

Dalam Revitalisasi  itu Pemprov DKI akan menggandeng sektor perhotelan untuk membuat paket wisata yang menarik bagi wisatawan domestik, khususnya dari luar Jakarta.

Rano Karno terobsesi  menjadikan Pasar Baru bebas dari kendaraan. Pada malam hari akan dibuka untuk street food, seperti yang diterapkan di Penang, Malaysia. /HS

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *