Jakarta, Rp1News.- Cool, Calm, Confidence. Begitulah penampilan Michael Octavian dalam acara talk show Wajah Baru Passer Baroe, From Local to Global yang diselenggarakan Rp1News di Gedung Lembaga Kantor Berita Antara Jakarta baru-baru ini.
Mike duduk di kursi tengah di antara Project Manager MICE Antara Heritage Center Sofia Prameswari dan Founder Wisata Kreatif Jakarta Ira Lathief, yang tampil sebagai pemapar.
Mike, yang mengenakan paduan busana jas longgar hitam, celana panjang hitam, t-shrit putih, dan sepatu kets hitam bertali, serius menyimak paparan pembicara dan pertanyaan para peserta talkshow.
Toton Hutomi, Program Director acara Wajah Baru Passer Baroe yang menjadi moderator, memperkenalkan Mike, panggilan akrab Michael, sebagai sosok muda fenomenal yang menginspirasi banyak kaum muda Gen Z.
“Mike mulanya adalah manusia silver di lampu lalulintas Pasar Baru yang sekarang telah menjadi model kelas dunia,” katanya.
Bagi Mike kawasan Pasar Baru memang bukanlah daerah yang asing. Setelah berpindah-pindah tempat bersama kedua orang tuanya, kemudian dia menetap dan melalui masa kecilnya lingkungan Pasar Baru, Jakarta Pusat.
“Saya juga sering mandi di kolam air mancur Pasar Baru, ” kenangnya seraya tersenyum.
Untuk menghidupi keluarga, Ibunya bekerja dengan menjajakan ikan asin dan kue-kue. Sedangkan ayahnya menjadi sopir. Untuk dapat uang jajan, Mike ikut teman-temannya mengamen di lampu lalintas Pasar Baru dengan mendandani dirinya menjadi “manusia silver”
Caranya, untuk menarik perhatian pengguna lalulintas agar merogoh kocek, dia mengecat seluruh wajah dan tubuhnya dengan cat berwarna metalik atau silver. Hasilnya, Mike mengaku bisa mengantongi Rp80.000 sampai Rp100.000 per hari.
Dukanya, selain merasa gerah dan gatal-gatal karena cat yang menutup pori-porinya, dia harus main kucing-kucingan dengan petugas Satpol PP agar tak terkena razia.
“Setelah direvitalisasi saya berharap Pasar Baru tetap mempertahankan kuliner khas dan berbagai keberagaman budaya seperti India dan lainnya,” unkap Mike ketika ditanya apa harapannya ke saat Pasar Baru direvitalisasi.
Go global
Penampilan Mike yang beda dari teman-teman lainnya menarik sebuah pembuat konten medianl sosial. Daya tarik Mike memang pada tubuh tinggi semampai, hidung mancung, leher jenjang, dan wajah yang segi empat dan bernuansa agak kebule-bulean.
Pada 2024 tim Captain Barbershop menawarinya make over. Karena tidak ada kegiatqn, Mike tak keberatan. Penampilannya dirombak total, mulai dari gaya rambut hingga pilihan busana yang menonjolkan postur tubuhnya yang proporsional.
Wajah asli Mike yang ganteng. pun viral setelah dimake over. Di balik lapisan cat perak yang telah dihapus, publik terpana melihat sosok Mike yang memiliki tinggi badan 181 cm, struktur tulang wajah yang kuat (strong jawline), serta wajah indo berdarah Belanda.
Videonya tersebar luas dan menjadi topik pembicaraan agen fashion papan atas. Sebuah televisi swasta menghadirkannya dalam acara entertainment. Popularitasnya kian melambung.
Untuk pertama kalinya dia disertakan dalam fashion show bergengsi Plaza Indonesia Men’s Fashion Week (PIMFW). Remaja 16 tahun yang terbiasa seenaknya berjalan di perempatan jalan Pasar Baru itu, mengaku gemetar dan tegang karena harus berlenggang lenggok resmi mengikuti pakem seorang modeling di atas cat walk, sambil. mengenakan busana pria bermerek dalam tatapan publik “kelas atas”.
Karier Mike di dunia fashion makin kinclong. Brand fashion pakaian pria, Signore, menggandengnya sebagai model tetap. Kolaborasi ini menjadi momentum pengakuan industri fashion terhadap perjalanan Mike sebagai model profesional.
Michael Octavian resmi bergabung dengan Humann Management yang menempanya dan melejitkan namanya sebagai model profesional. Dari panas dan debu jalanan di trafick light Pasar Baru, dalam hitungan kurang dari dua tahun, Mike loncat ke panggung fashion mewah di hotel berbintang atau rumah-rumah mode bergengsi.
Tahun 2026 ini kabarnya dia siap meneken kontrak dengan agensi model dari Korea Selatan. Inilah peluang Mike untuk go international.
Ya, dari pengumpul recehan di jalanan, Mike berhasil merevitalisasi diri ke panggung fashion global dengan honor dolar.
Persis seperti Pasar Baru, tempat ngamen Mike, yang kini sedang meredup, akan direvitalisasi agar lebih hidup, gemerlap, dan memikat perhatian wisatawan Jakarta dan mancanegara.
“Setelah direvitalisasi saya berharap Pasar Baru tetap mempertahankan kuliner khas dan berbagai keberagaman budaya seperti India dan lainnya,” unkap Mike ketika ditanya apa harapannya ke saat Pasar Baru direvitalisasi. (HS)

