Jakarta, Rp1News – Sebagai bank dengan sejarah panjang di sektor pembiayaan perumahan, BTN (Bank Tabungan Negara) menyadari bahwa tantangan kepemilikan rumah hari ini sangat berbeda dibandingkan dekade sebelumnya.
Kenaikan harga properti, perubahan pola kerja, gaya hidup digital, serta preferensi generasi muda yang lebih fleksibel menuntut terobosan yang adaptif dan berkelanjutan.
Direktur Utama Bank BTN, Nixon L.P. Napitupulu, menegaskan, keberpihakan BTN kepada generasi muda bukan sekadar wacana, melainkan strategi jangka panjang.
“Milennial, gen z, dan ke depan gen alpha adalah tulang punggung ekonomi nasional. Jika mereka kesulitan memiliki rumah, maka kita sedang menghadapi masalah struktural. BTN hadir untuk menjembatani mimpi mereka dengan solusi nyata,” ujarnya seperti dikutip KabarProperti, Selasa (24/2).
Sejak berdiri pada 1976, BTN telah menyalurkan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) pada tahun 1976, sampai dengan Desember 2025, total penyaluran KPR BTN mencapai sekitar 5,97 juta unit rumah dengan total nilai mencapai Rp555,11 triliun. Mayoritas KPR itu disalurkan ke segmen KPR subsidi.
Memasuki usia 76 tahun pada 2026 ini, BTN kembali menegaskan jati dirinya sebagai bank yang tak sekadar tumbuh mengikuti zaman, tetapi juga aktif membentuk masa depan.
Prestasi yang telah ditorehkan BTN tentu patut diacungi jempol. Pasalnya tidak mudah untuk bisa “merumahkan” anak negeri ini sebanyak itu. Apalagi rumah adalah kebutuhan pokok dan memiliki banyak manfaat.
Tantangan BTN ke depan adalah bagaimana bisa terus memenuhi kebutuhan hunian. Apalagi kekurangan kebutuhan atau backlog perumahan di Indonesia masih sangat besar. Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2023 sebesar 9,9 juta unit..
Hunian untuk Anak Muda
“Pangsa pasar hunian terbesar saat ini dan ke depan adalah anak muda yang didominasi generasi milenial, z dan alpha. Generasi ini memiliki karakteristik tersendiri dibandingkan generasi sebelumnya,” tulis KabarProperti.
Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan, pada 2024 lalu, jumlah masyarakat kelas menengah Indonesia didominasi oleh generasi alpha hingga milenial. Hal tersebut menunjukkan bahwa generasi muda berperan dalam menjaga laju perekonomian kelas menengah.
Jika dirinci, persentase generasi milenial dalam kelas menengah mencapai 24,6%, generasi z sebanyak 24,12%, dan generasi alpha sebesar 12,77%. Generasi milenial merupakan penduduk dengan tahun kelahiran 1981 sampai dengan 1995. Generasi z merupakan penduduk dengan tahun kelahiran 1997 sampai dengan 2012. Generasi alpha merupakan penduduk dengan tahun kelahiran 2013 sampai dengan 2024.
Pasar hunian segmen muda di Indonesia memiliki potensi besar. BTN pun sadar akan potensi itu dan telah menyiapkan dan menjalankan strategi untuk menggarapnya.
BTN menempatkan pemenuhan hunian layak dan terjangkau bagi generasi millennial, generasi z, hingga generasi alpha sebagai fokus utama transformasinya.
Dalam beberapa tahun terakhir, BTN telah melahirkan berbagai terobosan untuk mendekatkan akses hunian kepada generasi milenial dan gen z. Digitalisasi menjadi fondasi utama. Melalui platform BTN Properti, BTN Mobile yang bertransformasi menjadi Bale by BTN, dan ekosistem digital perumahan, proses pencarian rumah, simulasi KPR, hingga pengajuan pembiayaan kini dapat dilakukan dengan lebih cepat, transparan, dan mudah selaras dengan karakter generasi yang serba digital.
BTN juga menghadirkan produk KPR yang lebih fleksibel, termasuk tenor panjang, uang muka ringan, serta skema pembiayaan yang menyesuaikan profil penghasilan generasi muda, termasuk pekerja kreatif, wirausaha, dan profesional dengan pendapatan non-fixed income.
Selain itu, komitmen BTN terhadap program FLPP (Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan) terus diperkuat. Program ini menjadi pintu masuk utama bagi milenial berpenghasilan rendah dan menengah untuk memiliki rumah pertama dengan suku bunga tetap dan terjangkau.
Ke depan, BTN tidak hanya berfokus pada pembiayaan rumah, tetapi juga membangun ekosistem hunian berkelanjutan. Untuk Generasi z dan alpha yang lebih sadar lingkungan dan nilai sosial, BTN mendorong pengembangan perumahan berbasis green housing, kawasan terintegrasi, serta hunian vertikal yang dekat dengan pusat aktivitas dan transportasi publik.
Transformasi digital juga akan semakin dalam. Pemanfaatan big data, AI, dan open banking diproyeksikan mempercepat analisis kredit, memperluas inklusi keuangan, dan menciptakan pengalaman kepemilikan rumah yang semakin personal dan relevan bagi generasi muda.(hs)

