Jakarta, Rp1News – Perang antara Israel-Amerika Serikat melawan Iran berdampak pada penghentian operasi sejumlah pesawat di wilayah itu.
Akibatnya, pegiat literasi dan penulis Gola Gong yang sedang melakukan perjalanan keliling Asia dan sejumlah negara lainnya bersama dua anaknya, tertahan di Ibukota Turki, Istanbul.
Gola Gong dan dua anaknya melakukan perjalanan sejak November 2025. Turki merupakan negara ke-9 dari rencana 12 yang akan disinggahinya.
Kabar “tersanderanya” pria asal Serang, Banten itu, diunggahnya dalam akun facebook Heri Haris Gola Gong, Sabtu 1/2)
“Dampak Iran ngirim misil ke UEA. Jadi ngelamun teu puguh. Seumur hidup baru merasakan kegelisahan yang sangat. Ada rasa takut tapi harus mencari jalan keluarnya,” tulis Gola Gong.
Menurut penulis Balada Si Roy itu,
dari Istanbul semula dia berencana melalukan penerbangan ke Abu Dhabi bersama dua anaknya yang menyertainya dalam travel itu.
Namun serangan balasan Iran ke negara itu memaksa pemerintah Turki menghentikan penerbangan dari dan ke Abu Dhabi. Akibatnya, tiga tiket yang sudah dibelinya hangus. Termasuk tiket perjalanan pulang ke TaNah Air, yaitu dari Abu Dhabi-Kuala Lumpur Lumpur- Jakarta.
“Akhirnya ngelamunnya makin tidak terkendali. Dari Turki naik Ferry ke Mesir, Afrika. Terus ke Arab naik truk. Dari Riyadh naik unta ke Yaman. Terus naik kapal laut Sri Lanka. Terus ke Banda Aceh naik kapal kargo. Dari Aceh naik bus ALS. Turun di Merak,” cetus Gola Gong berkelakar.
Anak kedua Gola Gong bersama istrinya tinggal di Abu Dhabi sehingga dia mendapat informasi terkini mengenai situasi di negara itu pasca serangan balasan dari Iran.
“Di Abu Dhabi ada putra kedua dan menantu. Bersamaku sekarang ada Jordy-Natasha. Otak muter-muter,” ungkapnya cemas.
Sehari sebelumnya, Gola Gong mengunggah foto dirinya berpose di Turki.
“Foto ini menandakan kegelisahan saya karena perang. Saya blank. Mau pulang lewat darat dengan numpang truk ke Indonesia, nggak mungkin,” katanya.
Kemungkinan jalur udara ditutup, lanjut Gola Gong. Padahal, sudah beli tiket Etihad ke Abu Dhabi. Kabar dari putra kedua yang kuliah di Abu Dhabi, Iran mengebom pangkalan Amerika di Abu Dhabi sebagai balasan karena Amerika mengebom Iran. Kuwait parah.
“Ledakan bomnya kedengaran sampai KBRI,” kata Gabriel barusan, Sabtu 27 Februari 2026. “Kalau ditutup penerbangan, Papah harus stay di Istanbul,” Gola Gong menuliskan pesan anaknya diiringi doa semua baik-baik saja.
“Ya Allah, semoga semuanya baik-baik saja.”
Dalam unggahan Rabu 18/2, Gola Gola menulis sedang berada di Tbilisi, Georgia
“Aku, Jordy-Natasha meninggalkan Baku, Azerbaijan Selasa pukul 21:00. Pesawat mendarat di Tbilisi Georgia pukul 22:00. Sejak dari Uzbekistan dan Azerbaijan, orang-orang mengingatkan akan lebih aman menggunakan transportasi udara. Jika darat, banyak risikonya,” paparnya.
Mereka merasa aman karena sudah melengkapi dokumen perjalanan. Dokumen diantaranya jadi merasa bee-Visa Georgia yang diurusnya sejak di Uzbekistan: Bukti akomodasi (booking hotel); Rekening koran bank (mereka bawa ATM dan credit card); Tiket keluar dari Tbilisi (sudah beli tiket pesawat Tbilisi Georgia ke Ankara Turki); Asuransi (diurus sejak di Kazhakstan secara online)
“Aku berpikir positif tentang negara yang penduduknya 3,7 juta jiwa. Kota Tbilisi saja hanya 1,7 juta jiwa,” ujar Gola Gong. (hs)

