Iran, Rp1News – Tidak ada kapal yang diizinkan melintasi Selat Hormuz menyusul serangan yang dilancarkan oleh AS dan Israel terhadap Iran.
Kapal-kapal di area tersebut menerima pesan dari Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) yang memberitahukan bahwa tidak ada kapal yang diizinkan melintasi selat strategis tersebut, tulis PortaL NU Online, Minggu (1/3).
Hal ini terjadi ketika Angkatan Bersenjata Iran terus melancarkan serangan balasan terhadap target-target AS dan Israel pada Sabtu (28/2/2026).
Sebuah sumber yang mengetahui informasi tersebut sebelumnya mengatakan kepada media Iran, Tasnim, bahwa sejauh ini 14 pangkalan Amerika telah dihantam dalam serangan Iran.
IRGC juga mengumumkan bahwa kapal perang pendukung tempur MST milik AS telah dihantam hebat oleh rudal yang ditembakkan oleh pasukan Angkatan Laut IRGC.
The Independent juga melaporkan bahwa Iran telah menutup Selat Hormuz sebagai tanggapan terhadap serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel.
Perusahaan-perusahaan minyak besar dan lembaga perdagangan telah menangguhkan pengiriman minyak mentah, bahan bakar, dan gas alam cair, dengan citra satelit menunjukkan kapal-kapal menumpuk di dekat pelabuhan.
Selat Hormuz merupakan titik rawan kritis bagi 20% minyak global dan sejumlah besar gas alam cair, dengan gangguan yang telah memengaruhi kapal tanker LNG dan menimbulkan risiko bagi ekspor Qatar. (hs)

