0 3 min 3 hrs

Jakarta, Rp1News – Kerukunan antarumat beragama harus dipelihara oleh seluruh lapisan masyarakat. Mulai dari puncak tertinggi negara, kepala daerah, sampai rakyat di akar rumput.

Agaknya di tengah suasana ibadah puasa Ramadhan, Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, melakukan pertemuan dengan Menteri Agama Republik Indonesia, Prof. Nasaruddin Umar. Pertemuan tersebut berlangsung di kawasan kantor Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, Jumat (13/03/2026), tulis rri.co.id yang diunggah diakun facebook AN Lewerima pada hari yang sama.

Setelah tiba di Bandara Internasional Soekarno–Hatta, Lewerissa langsung menuju Masjid Istiqlal untuk melaksanakan agenda silaturahmi dan koordinasi dengan Menteri Agama.

Pertemuan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kerja sama antara Pemerintah Provinsi Maluku dan Kementerian Agama dalam mendukung program keagamaan serta menjaga kerukunan umat beragama di daerah.

Lewerissa tiba di kompleks Masjid Istiqlal pada pagi hari dan disambut langsung oleh Menteri Agama di kantor pengelola masjid.

Suasana pertemuan berlangsung hangat dan penuh keakraban. Dalam kesempatan tersebut, Menteri Agama juga menyerahkan sebuah plakat kepada Gubernur Maluku sebagai simbol penghargaan sekaligus penguatan hubungan kerja sama antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah.

Dalam diskusi yang berlangsung, keduanya membahas sejumlah isu strategi, antara lain penguatan moderasi beragama, dukungan terhadap pendidikan keagamaan, serta langkah-langkah memperkuat kerukunan antarumat beragama di Maluku yang dikenal memiliki keberagaman masyarakat yang tinggi.

Lewerissa menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah dan Kementerian Agama untuk menjaga stabilitas sosial di tengah masyarakat.

“Kami memandang kolaborasi dengan Kementerian Agama sangat penting dalam memperkuat nilai toleransi dan menjaga kerukunan umat beragama di Maluku,” ujar Hendrik Lewerissa.

Sementara itu, Menteri Agama Nasaruddin Umar menyampaikan apresiasi terhadap komitmen Pemerintah Provinsi Maluku dalam membangun kehidupan beragama yang harmonis dan inklusif.

“Maluku memiliki kekuatan dalam keberagaman. Upaya menjaga keharmonisan antarumat beragama di daerah seperti ini sangat penting dan patut terus diperkuat,” kata Nasaruddin Umar.

Pertemuan tersebut juga menjadi momentum untuk mempererat komunikasi antara pemerintah pusat dan daerah dalam mendukung pembangunan di bidang keagamaan, khususnya di Provinsi Maluku.

Diperkirakan, kolaborasi ini dapat terus ditingkatkan guna menjaga kerukunan dan ketenangan masyarakat.

Sebagai penutup rangkaian pertemuan, dilakukan pertukaran mata antara kedua pihak.

Pemerintah Provinsi Maluku menyerahkan plakat kepada Menteri Agama sebagai simbol penghargaan dan penguatan hubungan kelembagaan.

Sebaliknya, Menteri Agama menyerahkan sejumlah Majalah Istiqlal kepada Gubernur Maluku. (selai)

 

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *