0 3 min 9 hrs

Unggah Hasil Wawancara dengan Mantan Dubes Iran, Todung Mulya Lubis: Perang Tak akan Lam

Jakarta, Rp1News – Semoga benar “bocoran” wawancara pengacara senior Todung Mulya Lubis dengan Dian Wirengjurit, mantan Dubes Indonesia untuk Iran (2012-2016) bahwa perang Iran lawan Israel-Amerika tidak akan lama karena kepentingan bisnis Amerika tak mau terganggu.

“Dua pekan lalu saya mewawancarai Dubes Dian Wirengjurit, mantan Dubes Indonesia untuk Iran 2012-2016, tentang konflik Iran vs Israel dan Amerika,” tulis Todung.

Dalam wawancara itu menurut Todung, Dian Wirengjurit mengatakan bahwa secara geografi Iran itu agak isolated, dikelilingi oleh negara-negara Islam lain yang ‘sunni’ sementara Iran itu pemeluk ‘syiah’ meski sama-sama Islam.

Tapi secara historis perseteruan antara sunni dan syah itu sangat tajam. Jadi Iran itu tak punya kepentingan. Untuk menjadi hegemonic.

“Iran hanya punya kepentingan untuk surive dan berkembang sebagai negara. Tapi Iran dianggap sebagai ‘existential threat’ oleh Israel dan juga Amerika, dan karena itu musti dihabisi, bukan hanya dengan menghabisi pemimpinnya tetapi juga menghancurkan semua fasilitas pertahananya,” ungkapnya.

Israel dan Amerika begitu takut dengan Iran, dan dengan alasan ‘self defence’ melakukan ‘pre-emptive strike’ terhadap Iran.

Yang mengherankan, ujar Todung, mengapa ‘pre-emptive strike’ untuk ‘self-defence’ itu mengerahkan ratusan pesawat tempur, dua kapal induk, dan entah berapa ribu bom dan misiles?

Israel dan Amerika, lanjut Todung, hanya mencari alasan untuk menyerang Iran padahal sebetulnya mereka ingin menguasai Iran dengan menempatkan bonekanya, Reza Pahlevi, putra Syah Iran. Untuk itu Israel dan Amerika membunuh Ayatollah Ali Khameini dan semua petinggi militer Iran.

“Dian mengatakan bahwa Iran sudah memilki pranata pemerintahan yang kuat melembaga jadi jangan bermimpi bahwa Reza Pahlevi akan menjadi penguasa Iran,” papar Todung.

Ayatollah bisa mati tetapi penggantinya akan diambil dari kalangan pemimpin Iran yang sekarang, bukan Reza Pahlevi.

Tapi yang harus diingat juga, ujar Todung, Amerika sebetulnya mengejar minyak dan uranium. Dian juga mengatakan bahwa perang ini tak akan lama tetapi akan ada perubahan geopolitik dan geoekonomi.

“Perang tak akan lama karena pengusaha-pengusaha Amerika yang menanamkan modalnya di Timur Tengah juga tak mau perang berlama-lama karena akan mengganggu investasi mereka.

“Pada satu titik kepentingan bisnis akan menghentikan perang yang menurut Dian tak akan melebar,” pungkas Todung. (hs)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *