0 2 min 12 hrs

Jakarta, Rp1News – Para orang tua patut waspada. Sebuah hasil penelitian mengungkap, 16 persen Gen Z di Indonesia terkena gangguan emosional karena bermain media sosial secara berlebihan.

Akun indonesiago.id, Rabu (18/3/2026) mengunggah hasil riset kolaborasi antara Princeton University dan Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) bahwa 16 persen Gen-Z di Indonesia mengalami gangguan kesehatan emosional akibat penggunaan media sosial yang intens.

Riset melibatkan 1.502 responden di 30 ibu kota provinsi, terbukti bahwa kelompok yang berhenti bermain media sosial (medsos) selama satu bulan menunjukkan kondisi mental yang jauh lebih stabil dibanding mereka yang aktif ber-scrolling.

Proses wawancara dalam riset dilakukan secara online sebanyak 2 kali dengan jeda waktu 1 bulan, tujuannya untuk melihat perbedaan kondisi mental sebelum dan sesudah intervensi penggunaan media sosial.

Riset membagi responden menjadi 3 kelompok, di mana: Kelompok T1 – Individu berhenti total main medsos selama 1 bulan.

Kelompok T2: Satu rumah tangga berhenti main medsos bersama.

Kelompok Kontrol: Menggunakan medsos seperti biasa.

Temuan ini menegaskan bahwa variabel kualitas tidur, tingkat depresi, dan rasa cemas turut dipengaruhi oleh aktivitas digital harian kita.

Perlu pembatasan

Dalam unggahan lainnya, indonesiago.id, menyebutkan, pembatasan akses media sosial bagi anak di bawah usia 16 tahun dinilai menjadi langkah penting untuk melindungi mereka dari berbagai risiko di ruang digital.

Perkembangan teknologi dan algoritma yang begitu cepat kerap tidak diimbangi dengan literasi digital yang memadai, sehingga anak-anak menjadi lebih rentan terhadap paparan konten berbahaya.

Interaksi bebas di dunia maya juga membuka peluang terjadinya perundungan hingga praktik child grooming.

Karena itu, pengaturan batas usia dianggap sebagai langkah awal yang krusial, meski implementasinya masih menghadapi sejumlah tantangan.

Perlindungan anak di ruang digital bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga orang tua dan seluruh pihak agar anak dapat tumbuh dan berkembang secara aman di era teknologi. (hs)

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *