Jakarta, Rp1News – Program pembangunan 3 juta rumah rakyat yang sedang digalakkan pemerintah diharapkan dapat mengatasi ketertinggalan (Backlog) pembangunan perumahan di Indonesia.
“Program tiga juta rumah menjadi solusi pemerintah dalam mengatasi backlog perumahan sekaligus meningkatkan kualitas hunian bagi masyarakat berpenghasilan rendah,” demikian unggahan akun indonesiagoid, Rabu (18/3/2026).
Menko Infrastruktur Agus Harimurti Yudhoyono mengatakan, sektor perumahan berpotensi menggerakkan sedikitnya 180 jenis industri sekaligus membuka lapangan pekerjaan yang luas.
Pemerintah menargetkan program ini memperluas akses masyarakat prasejahtera terhadap hunian layak dan terjangkau di berbagai wilayah Indonesia.
Konsep hunian vertikal berbasis Transit Oriented Development (TOD) didorong sebagai solusi keterbatasan lahan di kota-kota besar.
Dikatakan, keberhasilan program ini dinilai bergantung pada ketersediaan lahan yang siap bangun dengan status hukum yang jelas dan bebas sengketa.(hs)

