0 3 min 7 hrs

Cibinong, Rp1News – Kemeriahan acara shalat idulfitri dan open house yang digelar Pemerintah Daerah Kabupaten Bogor di Stadion Pakansari Cibinong, Sabtu (21/3/2026) sempat mengulas kericuhan yang terjadi di tenda pembagian konsumsi gratis.

Atas kejadian yang mengganggu kenyamanan jemaah itu, Sekda (Sekretaris Daerah) Kabupaten Bogor Ajat Rochmat Jatnika meminta maaf kepada masyarakat dan jemaah yang hadir.

“Kami mohon maaf kepada masyarakat. Tapi inilah ikhtiar kami untuk kabupaten masyarakat Bogor,” kata Ajat kepada Rp1News

Dia menduga kericahan itu terjadi karena jemaah yang datang melebihi perkiraan panitia sehingga perhatian petugas terpecah untuk mengatur antrian dan membagikan makanan.

“Terjadinya (kericuhan) mungkin terlalu banyak panggung acara. Jadi (petugas) bermacam-macam bagaimana mengatur antrian dan bagaimana membagi makanan,” kata Ajat.

Peristiwa ini, menurut Ajat akan menjadi evaluasi Pemkab Bogor agar kedepannya tidak terulang lagi.

“Untuk itu kami mohon maaf kepada masyarakat. Tapi inilah ikhtiar kami untuk masyarakat kabupaten Bogor,” ungkapnya.

Khidmat namun meriah

Dari amatan Rp1News di lapangan, acara yang baru pertama digelar di Stadion Pakansari Cibinong itu berlangsung khidmat namun meriah.

Jemaah yang datang untuk shalat Idul Fitri dan open house bersama Forkopimda itu mencapai ribuan orang.

Menurut Ajat Rochmat, pihak ya hanya menyiapkan fasilitas shalat Id untuk sekitar 5.000 jemaah namun dia menduga akan datang sampai dua kalilipat.

Suksesnya acara yang digagas Bupati Bogor Rudy Susmanto ini, tambah Ajat, karna didukung cuaca yang sejuk.

Selain menyediakan konsumsi gratis, panitia juga membuka panggung hiburan yang menampilkan penyanyi religi Opick dan arena untuk permainan ketangkasan bola untuk anak-anak.

Usai acara shalat Idul Fitri melalui pelantang suara panitia mempersilakan jemaah mengambil konsumsi berupa nasi kotak dan minuman gratis di tenda-tenda yang disiapkan.

“Jangan takut kehabisan, panitia menyediakan 7.500 makanan dari UMKM Kabupaten Bogor. Semua akan ikut serta,” demikian berulang kali diumumkan panitia.

Mendengar pengumuman, jamaah pun menyebarkan tenda yang ditunjuk. Setidaknya ada dua tenda pembagian nasi kotak dan satu tenda makan prasmanan yang terpisah.

Panitia juga menyiapkan sejumlah gerobak pedagang UMKM berbagai makanan dan minuman di luar stadion yang dapat dinikmati secara gratis.

Namun kericuhan kecil terjadi di tenda pembagian nasi kotak. Jemaah yang saling dorong berebut makanan yang dibagikan petugas membuat meja konsumsi abruk.

Sejumlah ibu dan anak yang terjatuh berusaha ditolong oleh jemaah lainnya.

Sebagian besar jemaah ada yang berusaha mengangkat meja yang ambruk untuk mencari nasi kotak dan minuman yang tersisa.

Petugas yang kelihatannya kurang sigap hanya bisa berteriak-teriak menyatakan makanan sudah habis dan meminta jemaah mundur.

Sejumlah jemaah mengaku kehilangan gawai dan melaporkannya kepada petugas.

“Handphone saya hilang waktu tadi antri nasi. Nasinya nggak bisa tapi handphone hilang,” kata Ema jemaah dari Depok yang datang bersama suaminya, sambil menunjukkan tasnya yang sudah terbuka.

Panitia sempat mengumumkan ada pula dua jemaah lain yang kehilangan gawai dan kunci di tengah antrian konumsi. (hs)

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *