Jakarta, Rp1News –Komnas HAM menilai penanganan medis pada korban penyiraman air keras aktivis KontraS Andrie Yunus sudah baik.
Apresiasi itu diberikan setelah tiga oran pengurus Komisi Nasional Hak Azasi Manusia (Komnas HAM) meminta keterangan dari dokter yang menangani korban di RSCM (Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo), Jakarta Pusat, Kamis (26/3/2026).
Dalam video berisi keterangan pers yang beredar luas, disebutkan bahwa tiga pimpinan Komnas HAM yang menjenguk Andrie Yunus adalah Ketua Komnas HAM Anis Hidayah, Komisioner Pramono Ubaid Tanthowi, dan Komisioner Saurlin Siagian.
Menurut Anis, sesuai aturan RSCM, ketiganya tidak bisa bertemu langsung dengan korban tapi hanya melalui jendela.
“Hanya melalui jendela karena kami menghormati protokol yang ada di RSCM,” ujar Anis Hidayah .
Berdasarkan keterangan tim medis, Andrie Yunus masih menjalani perawatan intensif setelah mengalami luka bakar akibat sirakan air yang dilakukan oleh empat prajurit Badan Intelijen Strategis TNI.
“Siang hari ini kami mendapat informasi yang komprehensif dari pihak RSCM. Kami diterima oleh Direktur dan dokter mau pun tim medis yang menangani luka Andrie Yunus,” kata Anis.
Informasi yang diberikan, jelasnya, sangat mendalam sesuai dengan yang diinginkan Komnas HAM, baik terkait dampak medis maupun psikologis yang dialami Andrie Yunus.
Informasi dan fakta yang didapat ini dibutuhkan Komnas HAM sebagai bahan analisis pembuatan rekomendasi yang akan dikeluarkan Komnas HAM.
“Rumah sakit masih menganalisis perkembangan mata Andrie Yunus. Belum dapat disimpulkan mengalami penurunan atau perbaikan. Tindakan medis sudah sangat baik,” kata Komisioner Komnas HAM Pramono Ubaid Thantowi.
Komisioner Komnas HAM lainnya, Saurlin Siagian menambahkan, penanganan korban Andrie Yunus masih akan terus berlanjut operasinya, dan diperkirakan memerlukan waktu enam bulan sampai dua tahun ke depan dengan biaya ditanggung pemerintah.(hs)

