0 2 min 21 sec

Jakarta, Rp1News — Orang tua jangan terpengaruh oleh sekelompok kecil proksy yang mempertentangkan tertundanya akses internet pada anak.

Peringatan itu disampaikan Staf Ahli Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi), dalam unggahan diakun resmi Kemkomdigi, Kamis (26/3/2026).

Menurut Raline, dua minggu setelah pengumuman menghalangi akses media sosial pada anak, masyarakat menyambut positif.

“Namun saat ini kami ingin mengajak orang tua dan anak-anak untuk tetap waspada terhadap narasi yang dibangun oleh platform melalui berbagai cara,” katanya.

Pertama, narasi yang mempertentangkan hubungan digital dengan tertundanya akses platform digital pada anak.

Padahal keduanya tidak bertentangan. Bahkan bisa berjalan bersamaan. Anak tidak dilarang mengenal teknologi dan internet.

“Yang kami lakukan adalah mencegah anak mengakses platform yang berisiko tinggi sampai mereka siap, aman, dan terlindungi” tegas Raline.

Jadi tidak benar proksy yang mengatakan bahwa tertundanya akses media sosial anak berarti membatasi literasi digital dan kebebasan berekspresi

Isu lain yang beredar juga mencakup data pribadi anak. Justru, kebijakan ini hadir untuk memperkuat perlindungan data mereka dari potensi ekosistem.

“Yuk, tetap kritis, dan sama-sama kita jaga anak dari bahaya yang mengintai di ruang digital,” ajaknya.(hs)

 

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *