Jakarta, Rp1News — Sejumlah menteri Kabinet Merah Putih mengunggah suasana Rapat Kerja Bersama Kabinet Merah Putih yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto.
Hal itu juga dilakukan Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Kamis (8/4/2026).
“Menghadiri Rapat Kerja Pemerintah bersama anggota Kabinet Merah Putih, seluruh pejabat Eselon I Kementerian/Lembaga, serta Direktur Utama BUMN di kompleks Istana Kepresidenan Jakarta,” tulis Airlangga Hartarto dalam akun facebook pribadinya.
Bagi dia, rapat ini menjadi forum evaluasi kinerja sekaligus penguatan konsolidasi pemerintah dalam menghadapi dinamika global yang semakin kompleks.
“Dalam taklimatnya, Bapak Presiden mengapresiasi pencapaian pemerintah dalam menjaga dan mengendalikan arah pembangunan nasional, khususnya di tengah situasi dunia yang penuh perhatian,” ungkapnya.
Presiden Prabowo menegaskan bahwa pemerintah mampu menavigasi berbagai tantangan global sekaligus menjaga stabilitas nasional. Dalam kurun waktu satu setengah tahun terakhir, pemerintah dinilai berhasil menunjukkan kinerja yang baik dalam pelaksanaan program dan kebijakan untuk kepentingan bangsa.
Selain itu, Presiden menyoroti bahwa meskipun dunia tengah menghadapi krisis, termasuk konflik di wilayah Timur Tengah yang berdampak pada kenaikan harga energi, kondisi Indonesia relatif tetap stabil dan berada pada posisi yang lebih baik dibandingkan banyak negara lain.
Rapat kerja ini menjadi penegasan bahwa seluruh jajaran pemerintahan harus terus memperkuat sinergi, meningkatkan kecepatan dan ketepatan dalam pelaksanaan tataran, serta memastikan setiap kebijakan memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan rakyat.
Dalam unggahan sebelumnya, Airlangga menyatakan dirinya juga hadir dalam Rapat Terbatas yang dipimpin langsung oleh Bapak Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta.
Dalam rapat tersebut Bapak Presiden Prabowo menyampaikan Arahan agar Pemerintah terus mempercepat proses transformasi dan restrukturisasi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) agar lebih sehat, efisien, dan kompetitif.
Dalam upaya memperkuat daya saing, pemerintah juga melakukan konsolidasi di berbagai sektor strategi. Salah satunya adalah penggabungan sejumlah perusahaan pengelola aset menjadi satu entitas yang lebih besar dan kompetitif.
Selain itu, ujar Airlangga, Presiden juga renovasi pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih pada tahun ini.
Selain pembangunan fisik, pemerintah juga memberikan perhatian pada aspek pengelolaan dan penguatan kapasitas sumber daya manusia di Kampung Nelayan tersebut.
Selanjutnya, pemerintah juga telah menyiapkan pembangunan lanjutan sebanyak 1.000 Kampung Nelayan yang akan dilaksanakan secara paralel pada tahun 2026. Program tersebut akan difokuskan pada wilayah Indonesia Timur. (hs)

