0 2 min 1 yr

Sukabumi, Rp1news – Bencana banjir dan tanah longsor di Kabupaten Sukabumi mengakibatkan lebih dari 3.000 Rumah Warga Rusak dan sebanyak 3.464 warga mengungsi.

Demikian data sementara dihimpun Badan Nasional Penanggulangan Bancana (BNPB) per Rabu (11/12) pukul 07.00 WIB,  sebanyak 3.464 warga mengungsi.

Adapun  sebanyak 1.605 rumah rusak ringan, 1.829 rumah rusak sedang  dan 2.058 rumah rusak berat.. Upaya perbaikan dan relokasi masih dalam tahap pendataan.

Demikian disampaikan Abdul Muhari, Ph.D.
Kepala Pusat Data, Informasi dan Kebencanaan BNPB dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (11/12/2024).

Sampai hari ini, upaya pencarian korban hilang atas nama Bapak Eros dan Bapak Ojang terus dilanjutkan mengingat sudah ditetapkannya perpanjangan masa tanggap darurat selama tujuh hari, terhitung mulai tanggal 11 Desember hingga 17 Desember 2024.

KEPALA BNPB KEMBALI KE SUKABUMI

Usai ditetapkannya perpanjang masa tanggap darurat di wilayah Sukabumi, Kepala BNPB Letjen TNI Dr. Suharyanto, S.Sos., M.M., kembali ke Sukabumi, pada hari Rabu (11/12).

Kali ini, agenda kunjungan kerja Kepala BNPB dimulai dari mengunjungi gudang logistik yang berada di Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sukabumi. Dalam kinjungannya, Kepala BNPB memastikan stok logistik untuk memenuhi kebutuhan dasar para pengungsi cukup.

Setelah itu, kunjungan kerja dilanjutkan dengan peninjauan pos pengungsi yang ada di Kantor Kepala Desa Nangerang, Kecamatan Jampangtangah dengan menggunakan kendaraan roda dua bersama jajaran.

Sesampainya di Desa Nangerang, Suharyanto langsung menyapa dan berdialog dengan para pengungsi. Kunjungan kerja Kepala BNPB diakhiri dengan memberikan simbolis bantuan serta bercengkrama dan berfoto dengan para pengungsi. (@)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *