0 2 min 17 hrs

Hujan yang mengguyur Kota Bogor tak mengurangi minat warga untuk turun ke jalan menyaksikan perayaan Cap Gomeh Bogor Street Festival, Selasa (3/3/2026).

Acara tahunan yang kali ini mengusung tema ‘Harmony in Diversity’ ini berlangsung meriah. Warga Kota Bogor memadati Jalan Suryakencana yang merupakan pusat wisata kuliner Kota Bogor

Sebagaimana diunggah akun facebook Dinas Pariwisata Kota Bogor, kali ini rangkaian acara diadakan pada malam hari sehubungan dengan berlangsungnya ibadah puasa dan salat tarawih di bulan Ramadhan.

Meski demikian warga tetap antusias menyaksikan parade budaya mulai dari Barongsai dan Liong khas Tionghoa, hingga Sisingaan yang merupakan karya budaya masyarakat Sunda.

“Alhamdulillah malam ini di tengah hujan dan juga masih dalam suasana berbuka puasa, kita masih bisa berkumpul merayakan salah satu ekspresi budaya yaitu Cap Go Meh,” kata Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon.

Nampak hadir dalam acara itu Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, Walikota Bogor Dedi A Rachim.

Bagi Fadli Zon acara ini Imerupakan satu bukti bahwa Indonesia meskipun berbeda-beda, tetapi budaya tetap mempersatukan semua. Perbedaan bukan ancaman, tapi justru mengeratkan.

“Semoga kebudayaan kita semakin maju dan kami harapkan Cap Go Meh 2026 ini menjadi momen yang selalu merekatkan kebersamaan masyarakat,” tambahnya.

Rangkaian kegiatan Cap Go Meh Bogor Street Festival tahun ini digelar sejak Minggu 1 Maret 2026. Selain parade budaya, berbagai agenda lain dilaksanakan mulai dari bazzar UMKM, buka puasa bersama, hingga santunan untuk 400 anak yatim.

Meski dibalut tradisi Tionghoa, sejatinya Cap Go Meh Bogor Street Festival bertujuan sebagai wadah silaturahmi antar umat beragama dan suku bangsa. Nilai-nilai tersebut sesuai dengan tagline utamanya yaitu ‘Ajang Budaya, Pemersatu Bangsa’. (hs)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *