Jakarta, Rp1News — Organisasi keagamaan Majelis Ulama Indonesia (MUI) secara resmi menyampaikan ucapan berbelasungkawa atas gugurnya
Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei akibat gempuran Israel-Amerika.
“Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un. Di tengah kekhusyukan kita menjalankan ibadah di bulan suci Ramadan yang penuh kedamaian, sebuah kabar duka sekaligus keprihatinan mendalam datang menyelimuti dunia Islam,” ungkap MUI.
Dikatakan, Majelis Ulama Indonesia menyampaikan belasungkawa sedalam-dalamnya atas gugurnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, akibat eskalasi serangan Israel-Amerika pada penghujung Februari kemari, ” demikian ucapan belasungkawa yang diunggah pada akun facebook MUI, Senin (2/3).
MUI sangat menyayangkan agresi ini terjadi justru saat umat Islam sedang mengagungkan asma Allah dalam kesucian puasa, sebuah tindakan yang sungguh melukai nurani kemanusiaan dan mencederai semangat perdamaian global yang selama ini kita cita-citakan bersama.
MUI memandang agresi ini bukan sekadar konflik militer biasa, melainkan pelanggaran nyata terhadap kedaulatan negara dan hukum internasional sebagaimana tertuang dalam Deklarasi PBB. Sebagai bangsa yang menjunjung tinggi amanat UUD 1945, kita tidak boleh berdiam diri melihat kekerasan menggantikan diplomasi.
“”Dalam kacamata hukum, respons balik yang dilakukan Iran terhadap pangkalan militer merupakan bentuk pembelaan diri yang sah dan dilindungi. Kita perlu waspada bahwa di balik eskalasi ini, terdapat dugaan upaya sistematis untuk melemahkan posisi strategis pihak-pihak yang selama ini teguh mendukung kemerdekaan Palestina,” ungkap MUI.
Melihat situasi dunia yang semakin tidak menentu, MUI mendesak Pemerintah Indonesia untuk mengambil langkah berani dengan meninjau ulang keanggotaan dalam sistem Balance of Power atau Balance of Peace yang selama ini dirasa kurang efektif dalam menghadirkan keadilan sejati.
Di akhir keterangannya, MUI mengajak seluruh umat Islam untuk merapatkan barisan secara spiritual melalui doa Qunut Nazilah, memohon perlindungan bagi mereka yang tertindas. Mari kita terus mendesak institusi internasional seperti PBB dan OKI agar segera menghentikan pertumpahan darah ini, karena pada akhirnya, perang hanya akan mendatangkan kemudhorotan bagi seluruh umat manusia. (hs)

