Jakarta, Rp1News — Hingga Selasa, (28/4/2026) pukul 06.35 WIB, dari lokasi kejadian di stasiun Bekasi Timur, Dirut Kereta Api Indonesia Bobby Rasyidin memberikan update lanjutan terkait kondisi terkini
Sebagaimana dilansir dalam akun Setkab RI, Selasa pagi (28/4/2026), disampaikan hal sebagai berikut:
1. Disampaikan bahwa jumlah korban meninggal dunia sebanyak 7 (tujuh) orang.
Sementara, penumpang yang mengalami luka-luka dan saat ini masih dalam perawatan berjumlah 81 (delapan puluh satu) orang. Selain itu, masih terdapat 3 (tiga) penumpang yang hingga saat ini masih terperangkap di dalam rangkaian kereta.
2. Proses evakuasi memerlukan waktu yang relatif panjang, yaitu sekitar 8 (delapan) jam, mengingat pelaksanaannya dilakukan dengan sangat hati-hati serta mengutamakan aspek keselamatan. Hingga saat ini, evakuasi terhadap 12 (dua belas) gerbong Kereta Api Argo Bromo Anggrek telah berhasil dilakukan dan seluruhnya telah dipindahkan ke Stasiun Bekasi.
3. Selanjutnya, kami tengah mempersiapkan proses evakuasi terhadap lokomotif Kereta Api Argo Bromo Anggrek, dengan tetap berkoordinasi secara intensif bersama Basarnas. Koordinasi tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh proses berjalan dengan mempertimbangkan aspek kehati-hatian dan keselamatan, khususnya bagi korban yang masih berada di dalam rangkaian kereta.
4. Seperti yang saya sampaikan sebelumnya jalur kiri telah dibuka untuk operasional kereta walaupun commuter line belum bisa kami operasikan untuk naik dan turun di Stasiun Bekasi Timur ini.
Untuk commuter line kami batasi sampai di stasiun Bekasi. Seperti yang saya sampaikan juga, kami mengadakan Posko Tanggap Darurat di stasiun ini dan melalui call center 121.
Keluarga korban bisa menghubungi call center 121 atau mengunjungi Posko Tanggap Darurat kami di stasiun ini. (hs)

