0 2 min 7 hrs

JAKARTA, Rp1News — Pengacara senior Todung Mulya Lubis menyatakan dukungan dan pembelaannya pada Universitas Indonesia dari intervensi kekuasan dalam kasus gelar doktor yang diraih Menteri ESDM Bahlil Lahadalia

“Kemaren saya juga menyempatkan diri menghadiri acara membulatkan tekad membela UI dari intervensi pihak kekuasaan. Saya diminta bicara tentang integritas akademik, etika akademis dan pengadilan negara,” tulis Todung Mulya Lubis dalam unggahan di akun facebooknya pribadinya, Rabu (10/6/2026).

Pembelaan ini, menurut Todung, dikaitkan dengan dibawanya kasus pelanggaran etika dalam proses penganugerahan gelar Doktor kepada Bahlil Lahadalia beberapa bulan yang lalu.

Promotor dan co-promotor sudah dikenakan sanksi oleh UI melalui badan etik tetapi promotor dan co-promotor membawa kasus ini ke pengadilan dan memenangkan perkaranya di PTUN.

“Menurut saya perkara ini tak boleh diterima oleh PTUN karena bukan domainnya. Disinilah intervensi kekuasaan itu terjadi dan intervensi disini harus dilihat dalam artian luas bukan hanya tekanan penguasa, ancaman kriminalisasi atau ancaman lainnya,” tegasnya.

Menurut Todung,‘integritas akademis’ itu ‘non-negotiable’ dan semua civitas academica harus melawan dengan kompak apapun tekanan yang mereka hadapi.

Perlawanan paling kuat adalah jika universitas kompak. Yang harus diwaspadai adalah adanya ‘orang dalam’ yang main mata dengan kekuasaan apapun alasannya.

“Now, UI is at a critical junction,” pungkas Todung Mulya Lubis. (hs)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *