Bekasi, Rp1News — Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), meninjau langsung kondisi korban kecelakaan kereta api yang tengah dirawat di RSUD Kota Bekasi pada Selasa (28/4/2026).
Seperti diunggah pada akun Kemenko Infrastruktur dan Kewilayahan, Rabu (29/4/2026) kunjungan AHY ke rumah sakit itu dilakukan setelah memimpin rapat darurat di lokasi kejadian di Stasiun Bekasi Timur.
Menko AHY menjelaskan bahwa korban yang berhasil dievakuasi saat ini tersebar di sejumlah rumah sakit di wilayah Kota dan Kabupaten Bekasi, dengan RSUD Kota Bekasi menjadi salah satu pusat penanganan utama. Sejumlah korban mengalami berbagai luka, mulai dari patah tulang hingga dislokasi, dan memastikan mereka dalam kondisi tertangani dengan baik.
“Tadi saya sempat melihat beberapa yang masih berada di ruangan-ruangan, menunggu operasi dan lain sebagainya. Saya juga sempat berdialog dengan pasien. Beragam ada yang mengalami patah atau dislokasi di pundaknya, di kakinya, di tangannya,” tuturnya.
Dalam keterangannya kepada media, Menko AHY menyampaikan duka cita mendalam atas insiden yang menelan korban jiwa. Hingga siang hari, tercatat 15 orang meninggal dunia akibat tabrakan keras yang melibatkan rangkaian kereta. Ia menegaskan bahwa pemerintah berkomitmen penuh untuk memastikan penanganan korban dilakukan secara maksimal dan menyeluruh.
“Tentu ini adalah kehilangan besar, duka, cita terdalam. Kita aturkan kepada keluarga korban dan semoga semua husnul khotimah diberikan di sisi terbaik,” ujar AHY.
Menko AHY meninjau insiden KA bersama Walikota Bekasi, Tri Adhianto Tjahyono; Direktur Sarana Prasarana KAI, Heru Kuswanto; Direktur Portofolio Management KAI, I Gede Darmayusa; Kepala Daerah Operasi 1 KAI, Wahyu Cahyono; Kepala Stasiun Bekasi Timur, Wiseno.
Menteri juga didampingi oleh Sekretaris Kemenko Infra Ayodhia GL Kalake, Deputi Bidang koordinasi Konektivitas, Odo R.M Manuhutu; Staf Khusus Menteri, Agust Jovan Latuconsina, Sigit Raditya, Herzaky Mahendra Putra, Irjen Pol Arif Rahman, dan Merry Riana, serta jajaran Tenaga Ahli Menteri. (hs)

