Jakarta, Rp1News — Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengajak warga Jawa Barat untuk memeriahkan acara Kirab Mahkota Binokasih di Cianjur dan Bogor.
Ajakan itu disampaikan Kang Dedi Mulyadi dalam unggahan video di akun Kang Dedi Mulyadi, Rabu (6/5/026).
“Saudara-saudara wargi-wargi Cianjur nanti malam kita ketemu jam 19.30 dalam dalam acara Napak Tilas Pajajaran Kirab Mahkota Binokasih, hari Rabu tanggal 6 Mei 2026,” sapanya.
Kang Dedi juga mengingatkan, acara kirab akan dilanjutkan pada pukul 19.30 di Kota Bogor dengan mengambil start dari Batu Tulis menuju Gerbang Kebun Raya Bogor, pada Jumat, 8 Mei 2026.
Rangkaian kegiatan budaya napak tilas Pajajaran melalui Kirab Mahkota Binokasih ini menjadi bagian dari pelestarian budaya Sunda yang sarat nilai sejarah serta upaya memperkuat identitas kearifan lokal di tengah masyarakat.
Kirab Mahkota Binokasih dikenal sebagai tradisi penting dalam budaya Sunda. Prosesi ini tidak hanya menjadi atraksi budaya, tetapi juga mengandung makna filosofis yang mendalam terkait sejarah kerajaan Pajajaran serta nilai-nilai kepemimpinan, persatuan, dan warisan leluhur.
Melalui kegiatan ini, masyarakat diajak untuk kembali mengenang perjalanan sejarah sekaligus menjaga kelestarian budaya daerah. Kirab yang digelar pada malam hari juga diharapkan mampu menghadirkan suasana khidmat dan memperkuat keterlibatan masyarakat dalam setiap rangkaian acara.
Pemerintah Provinsi Jawa Barat berharap kegiatan ini dapat berjalan lancar dan memberikan dampak positif, baik dalam aspek pelestarian budaya maupun peningkatan kebersamaan masyarakat.
Selain itu, kegiatan ini juga menjadi momentum untuk memperkenalkan kekayaan tradisi lokal kepada generasi muda, sehingga nilai-nilai budaya Sunda tetap hidup dan berkembang di masa mendatang.
Masyarakat diimbau untuk tetap menjaga ketertiban dan keselamatan selama mengikuti kegiatan kirab, serta turut mendukung suksesnya penyelenggaraan acara budaya tersebut.
Kirab di Sumedang, Ciamis, dan Tasik.
Kirab ini sebelumnya telah berlangsung di Sumedang, Ciamis, Tasikmalaya, dan Garut.
Sebagaimana disampaikan di akun resmi Humas Jabar sebelumnya, prosesi penyerahan Mahkota Binokasih ke dalam kereta kencana berlangsung khidmat di halaman Museum Geusan Ulun, Sabtu (2/5/2026).
Penyerahan itu disaksikan langsung Raja Sumedang H.R.I Lukman Soeriadisoeria dan jajarannya, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi didampingi Wakil Gubernur Erwan Setiawan, Sekda Jabar Herman Suryatman, Bupati Sumedang dan sejumlah pejabat Provinsi Jabar dan Kabupaten Sumedang.
Dalam acara itu Dedi Mulyadi mengatakan, kegiatan pawai Mahkota Binokasih sudah sering dilakukan di Sumedang dengan menggunakan mobil Jeep. Namun, tahun ini mahkota diarak dalam prosesi kebudayaan.
“Mulai tahun ini Mahkota Binokasih diarak, bukan lagi pakai mobil Jeep, tetapi dengan acara kebudayaan yang berasal dari nilai leluhur kita, dibawa keliling Jabar.
Mampir di delapan tempat, kemudian puncaknya nanti di Kota Bandung menuju Gedung Sate, dan kemudian nanti kembali lagi ke Sumedang,” ujar KDM, sapaan akrab gubernur.
Ia menegaskan, Hari Tatar Sunda akan rutin dilaksanakan setiap tahun dalam tajuk Milangkala Tatar Sunda.
Tidak hanya dirayakan di Jabar, tetapi juga sebagian desa di Banten dan Jateng yang masih memiliki tradisi Sunda.
Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir menyatakan kebahagiaannya dan rasa terima kasih atas perhatian gubernur terhadap kebudayaan Sunda khususunya di Kabupaten Sumedang.
“Ini sebuah perhelatan yang luar biasa, syarat akan makna bagaimana sebuah milangkala menjadi cerminan sejarah dan kompas bagi masa depan Jawa Barat dan Sumedang di dalamnya,” ujar bupati.
Dari Sumedang, Napak Tilas Padjadjaran yang mengarak Mahkota Binokasih akan bergerak menuju Kawali, Ciamis, pada hari Minggu. Selanjutnya, pada Senin malam akan menuju ke Kampung Naga di Tasikmalaya.
Kemudian diarak menuju ke Cianjur pada hari Selasa dan Bogor pada Rabu.
Napak tilas berlanjut ke Karawang pada Jumat, lalu Depok pada Sabtu dan Minggu di Kabupaten Cirebon.
Puncak Napak Tilas Padjadjaran akan berlangsung di Kota Bandung dalam kegiatan kirab budaya kesenian kabupaten dan kota se-Jabar pada Sabtu 16 Mei 2026.
Pada Minggu malam, 17 Mei 2026, Peuting Munggaran Milangkala Tatar Sunda akan berlangsung pertunjukan kolosal kebudayan di Gedung Sate.(hs)

