Jakarta, Rp1News — Menko Perekomian Airlangga Hartarto dalam akunnya, Rabu (6/5/2027) mengunggah pernyataan bahwa perekonomian Indonesia kuat dan melampaui ekspektasi.
Hal itu disampaikannya usai mengikuti rapat terbatas bersama sejumlah Menteri Kabinet Merah Putih dan Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) yang dipimpin langsung Bapak Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta (Selasa, 5/5/2026).
“Dalam forum tersebut, kami melaporkan bahwa kinerja perekonomian Indonesia pada kuartal I 2026 menunjukkan hasil yang kuat dan melampaui ekspektasi,” katanya
Pertumbuhan ekonomi tercatat mencapai 5,61%, salah satu yang tertinggi di antara negara G20, bahkan berada di atas sejumlah negara besar.
Capaian ini,ulisnya, didorong oleh konsumsi masyarakat dan pemerintah yang meningkat, serta kinerja ekspor-impor yang tetap positif. Berbagai sektor utama seperti industri, perdagangan, transportasi, pertanian, hingga konstruksi juga menunjukkan pertumbuhan yang solid.
“Dari sisi stabilitas, indikator makroekonomi juga terjaga dengan baik. Inflasi berhasil ditekan menjadi 2,42%, turun dari periode sebelumnya. Sementara itu, pertumbuhan kredit mencapai 9,49% dan dana pihak ketiga tumbuh 13,55%, mencerminkan tingkat kepercayaan masyarakat yang tetap tinggi terhadap sistem keuangan,” lanjutnya.
Menko Perekonomian juga membahas dinamika global, termasuk aliran modal keluar (capital outflow), serta langkah-langkah mitigasi yang telah dan akan dilakukan.
“Penguatan koordinasi antara Bank Indonesia dan Kementerian Keuangan terus menjadi kunci dalam menjaga stabilitas, termasuk dalam pengelolaan nilai tukar rupiah,” ujarnya.
Selain itu, kata Airlangga, pemerintah telah memfinalisasi revisi kebijakan devisa hasil ekspor sumber daya alam (DHE SDA) yang akan berlaku mulai 1 Juni 2026.
Kebijakan ini diharapkan dapat memperkuat cadangan devisa sekaligus menjaga stabilitas ekonomi nasional.
“Di tengah dinamika global yang penuh tantangan, Indonesia tetap menunjukkan ketahanan yang kuat. Stabilitas akan terus kita jaga sebagai fondasi utama, sekaligus memastikan pertumbuhan yang inklusif dan berkelanjutan,” pungkasnya. (hs)

