0 2 min 2 hrs

Jakarta, RP1News – Akal imitasi atau juga dikenal dengan sebutan artificial intellegence (AI) dapat dimanfaatkan untuk penanggulangan kemiskinan. Ke depan, Pemprov DKI Jakarta diharapkan mampu meminimalisir jumlah penduduk yang didera kesulitan ekonomi.

Harapan tersebut dikemukakan pimpinan Sekolah Pascasarjana Institut Pemerintahan Dalam Negeri, di kampus Jakarta Selatan, Senin (25/06), usai mengesahkan gelar doktor bidang pemerintahan predikat magna cumlaude kepada Hj. Iin Mutmainnah.

Siang itu, Iin Mutmainnah yang sehari-hari sebagai Walikota Jakarta Barat, menjalani sidang promosi doktor. Disertasi berjudul, Governance Berbasis Artificial Intellegence Pada Penanggulangan Kemiskinan di Provinsi DKI Jakarta.

Pemanfaatan AI didasari akurasi data kemiskinan dari satu sumber yang dapat diakses hingga dikelola pemangku kepentingan. Saat ini, sistem pengelolaan dan pemanfaatan data kemiskinan di lingkungan Pemprov DKI Jakarta belum akurat karena tidak berbasis AI.

Walikota Dr. Iin Mutmainnah berjanji menyampaikan amanah almamaternya kepada Gubernur Pramono Anung. Dengan demikian, kajian hasil pendalaman ilmu, tidak berhenti sebatas konsep ilmiah belaka, tetapi dapat direalisasikan.

“Saya akan sampaikan kepada Bapak Gubernur Pramono,” kata Dr Iin.

Sejumlah profesor sebagai tim penguji menegaskan jika hasil kajian Dr. Iin diterapkan, maka Pemprov DKI Jakarta menjadi acuan bagi pemerintah daerah se-Indonesia. Saat ini, pengelolaan berbagai data oleh pemerintahan daerah belum berbasis AI.

Pihak perguruan juga mengamanatkan kepada Dr. Iin agar disertasi dibuat menjadi buku referensi, sehingga dapat diakses khalayak. (ist/hs)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *