0 2 min 1 hr

Filipina, Rp1News — Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menyoroti isu krusial ketahanan energi dalam pidatonya pada KTT Khusus BIMP-EAGA yang merupakan bagian dari rangkaian KTT ke-48 ASEAN di Cebu, Filipina, Kamis, 7 Mei 2026.

Dalam unggahan di akun Setkab RI, Jumat (9/5/2026)  disebutkan, di tengah meningkatnya tekanan global dan dinamika geopolitik dunia, Presiden Prabowo menegaskan bahwa ketahanan energi bukan lagi sekadar agenda jangka panjang, melainkan kebutuhan mendesak yang harus segera direspons bersama oleh negara-negara di kawasan.

Beberapa langkah konkret yang didorong Presiden Prabowo antara lain:

1. Optimalisasi Potensi Energi Terbarukan:

Pengembangan tenaga air di Borneo, perluasan proyek energi surya di Palawan, hingga pemanfaatan energi angin di wilayah pesisir menjadi potensi besar yang harus dimaksimalkan bersama.

2. Akselerasi Energi Surya Indonesia:

Indonesia terus mempercepat pengembangan energi surya dengan target ambisius mencapai 100 GW sebagai bagian dari transisi menuju energi bersih.

3. Penguatan Konektivitas dan Jaringan Listrik:

Peningkatan kapasitas Trans Borneo Power Grid dinilai penting untuk memperkuat distribusi energi yang lebih efisien di kawasan.

4. Kolaborasi dan Dukungan Pembiayaan:

Transisi energi membutuhkan dukungan pendanaan, mobilisasi keahlian teknis, serta kemitraan yang erat dengan para mitra pembangunan regional.

Selain ketahanan energi, Presiden Prabowo juga menegaskan bahwa ketahanan pangan merupakan pilar fundamental dalam menjaga kesejahteraan masyarakat kawasan.

Dari Cebu, Presiden Prabowo menyampaikan pesan kuat bahwa masa depan ASEAN tidak hanya ditentukan oleh pertumbuhan ekonomi, tetapi juga oleh kemampuan kawasan menjaga ketahanan energi, ketahanan pangan, dan stabilitas masyarakat di tengah dunia yang terus berubah. (hs)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *