Jakarta, Rp1News — Menko Perekonomian Airlangga Hartarto Ungkap hasil pertemuan tahunan bersama Lembaga Rating Standard & Poor’s (S&P) di Kantor Kemenko Perekonomian, Rabu (3/6/2026).
Unggahan di akun facebook Airlangga Hartarto menyebutkan, pertemuan ini menjadi momentum penting untuk menegaskan ketahanan ekonomi Indonesia di tengah situasi global yang masih penuh ketidakpastian.
“Mulai dari tensi geopolitik, perlambatan ekonomi dunia, hingga gangguan rantai pasok global masih menjadi tantangan bagi banyak negara,” ungkap Airlangga Hartarto.
Namun demikian, katanya,ekonomi Indonesia tetap menunjukkan kondisi yang relatif stabil dengan fundamental yang kuat dan terjaga.
Dalam pertemuan tersebut, Pemerintah menyampaikan bahwa stabilitas ekonomi nasional didukung oleh kebijakan fiskal dan moneter yang terukur, konsumsi domestik yang tetap kuat, serta kinerja sektor eksternal yang terus membaik.
“Inflasi tetap terkendali, investasi terus tumbuh positif, dan program hilirisasi mulai memberikan dampak nyata terhadap peningkatan nilai tambah industri nasional,” ujar Airlangga.
Pemerintah juga terus mendorong berbagai langkah strategis untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi, termasuk percepatan proyek hilirisasi, penguatan ketahanan energi dan pangan, serta peningkatan daya saing industri nasional.
Langkah-langkah tersebut ,kata Airlangga, menjadi bagian dari transformasi ekonomi Indonesia agar semakin kuat menghadapi tekanan global sekaligus mampu tumbuh lebih kompetitif dalam jangka panjang.
Melalui dialog konstruktif bersama S&P, Pemerintah optimistis Indonesia mampu menjaga stabilitas ekonomi dan melanjutkan agenda pembangunan secara inklusif dan berkelanjutan.
“Dengan fondasi ekonomi yang solid dan reformasi struktural yang terus berjalan, Indonesia diyakini memiliki prospek pertumbuhan jangka panjang yang tetap positif,” pungkasnya.(hs)

