0 2 min 4 hrs

Jakarta, Rp1News — Dalam suasana  perayaan Hari Buruh Internasional, mantan Menteri Perdagangan Tom Lembong mengingatkan agar pemerintah mengubah kebijakan dari program padat modal ke  program proyek padat karya.

Hal ini  disampaikan Tom Lembong dalam unggahannya di akun facebooknya, Jumat (1/5/2026).

Tom mengartikan May Day sebagai Hari Buruh Dunia dan dijadikan  standar kode atau panggilan untuk kondisi darurat – misalnya antar pelaut atau awak pesawat.

“Tahun ini yang rasanya tepat adalah memperingati makna ganda May Day: mengapresiasi buruh dan pekerja, dan sekaligus mengakui darurat lapangan kerja dan hantaman keras terhadap daya beli pekerja kita,” tulisnya.

Untuk Indonesia, tegas Tom,  solusinya tidak berubah sejak 3 tahun lalu, yakni harus ada pergeseran kebijakan dari yang mengutamakan mega-proyek yang padat modal, ke program dan kebijakan yang fokus ke sektor yang padat karya.

“Namun sekarang ada tantangan baru, yaitu perlu pergeseran kebijakan dari program yang populis-konsumtif, ke program yang langsung meningkatkan produktivitas pekerja formal dan non-formal kita dalam jangka pendek,” pungkas pernyataan yang ditulis dalam Bahasa Indonesia dan Inggris itu  (hs)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *