Jakarta, Rp1News — Perencanaan yang berkualitas dan matang dalam penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) dinilai menjadi kunci untuk mendorong perubahan yang signifikan.
Demikian diungkapkan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian dalam unggahan di akun pribadinya, Rabu (22/4/2026).
Hal itu disampaikan Tito Karnavian di depan peserta Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) di hotel Hotel Santika Dyandra Medan, Sumatera Utara.
“Musrenbang tidak boleh dianggap sebagai agenda rutin semata. Sebaliknya, forum tersebut harus menjadi fondasi awal dalam menyusun arah pembangunan daerah yang terarah dan berdampak,” tegas Tito.
Perencanaan yang baik harus disusun dengan mendengarkan aspirasi dari bawah. Pemerintah provinsi perlu menyerap usulan, keinginan, dan harapan pada tingkat kabupaten/kota.
“Selain itu, provinsi tidak berdiri sendiri, melainkan merupakan bagian dari sistem pemerintahan nasional,” ungkapnya.
Oleh karena itu, selain menerima masukan secara bottom-up dari tingkat kabupaten/kota, provinsi juga harus menyelaraskannya dengan program pemerintah pusat.
Visi dan misi kepala daerah menjadi ciri kepemimpinan yang kuat. Kepala daerah dituntut memiliki arahan yang jelas terkait pembangunan daerah yang dituangkan dalam peta jalan.
“Dalam konteks tersebut, saya menekankan bahwa kepemimpinan tidak hanya ditentukan oleh kewenangan, tetapi juga oleh kekuatan konsep yang dimiliki,” kilahnya
Tujuan Musrenbang adalah menyusun rencana kegiatan secara konkret dan terukur melalui musyawarah untuk mencapai prioritas program kesepakatan.
“Semakin detail perencanaan yang disusun akan semakin baik, karena pemahaman yang lebih mendalam terhadap masalah akan membantu dalam merumuskan strategi yang tepat,” pungkas Tito. (hs)

