0 2 min 6 hrs

Jakarta, Rp1News –

Pemberantasan korupsi sekarang ini lebih buruk walau di media terlihat banyak gebrakan tetapi nyatanya banyak kecerobohan.

“Baik kejaksaan, kepolisian, dan KPK sama-sama mengejar target, dan karenanya kasus korupsi yang disidik dan adili banyak yang tak kuat karena tak didukung oleh bukti yang kuat,” demikian diungkapkan pengacara senior Todung Mulya Lubis dalam unggahan di akun pribadinya, Kamis (22/4/2026).

Menurut Todung, media-media memang sangat penuh dengan pemberitaan mengenai kasus korupsi yang membuat orang awam merasa bahwa pemberantasan korupsi sangat gencar dilakukan. Namun yang terjadi adalah kondisi mengejar target, weaponization of law.

“Dan Bowman yang menjadi moderator mengatakan bahwa pemberantasan korupsi seperti kehilangan orientasi. Saya kira Dan benar. Kita ini hanya mengejar ‘headlines’ atau mau memberantas korupsi? Terus terang kita melihat ambivalensi dalam memberantas korupsi,” ungkapnya.

Unggahan Todung itu merupakan kesimpulan dirinya setelah memberikan kuliah umum di Georgetown University di The Plaza. Universitas ini menyewa satu lantai untuk kegiatan akademis mereka.

“Saya memberikan ‘overview’ mengenai pemberantasan korupsi, terutama sejak jaman Orde Lama sampai sekarang,” tambahnya.

Acara itu dihadiri sekitar 50 orang dan 100 orang lainnya hadir secara digital. (hs)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *