Jakarta, Rp1News — Penguatan kapasitas pelaku seni menjadi salah satu bagian penting dalam mendorong ekosistem kebudayaan Jakarta yang terus berkembang.
Melalui Fasilitasi Pemajuan Kebudayaan Jakarta (FPKJ) Tahun 2026, Dinas Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta kembali mempertemukan para pelaku seni dalam Workshop FPKJ.
Unggahan di akun Dinas Kebudayaan DKI Jakarta, Senin (28/9/2026) menyebutkan, kesempatan kali ini diberikan untuk Bidang Sastra yang berlangsung pada Senin (22/9). Sebanyak tujuh kelompok turut berpartisipasi, yakni JumpIn Puisi, Dapunta, Blooks, Masyarakat Kesenian Jakarta, Kosakata, El Nama, dan Beksi Petukangan.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pembekalan mengenai Manajemen Program Seni Budaya yang disampaikan oleh Dewi Noviami.
Materi tersebut kemudian menjadi bahan diskusi bersama peserta untuk melihat lebih jauh bagaimana sebuah gagasan seni dapat dikembangkan menjadi program yang terarah dan memiliki pengelolaan yang baik.
Pembahasan kemudian berlanjut melalui sesi konsultasi yang disesuaikan dengan klaster masing-masing.
Klaster Puisi mendapatkan pendampingan dari Bapak Hamzah Muhammad, sedangkan Klaster Pagelaran bersama Ibu Rosida Erowati Irsyad.
Sesi ini memberikan ruang bagi setiap kelompok untuk mengembangkan gagasan, mendapatkan masukan, serta mematangkan rencana program yang akan diwujudkan.
Melalui FPKJ 2026, Dinas Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta terus membuka ruang bagi para pelaku seni untuk bertumbuh, bertukar gagasan, dan menghasilkan karya yang semakin berkualitas.
Diharapkan proses pendampingan ini tidak berhenti pada workshop, tetapi dapat menjadi bagian dari penguatan ekosistem sastra dan kebudayaan Jakarta yang kreatif, aktif, dan berkelanjutan. (hs)

