Jakarta, Rp1News – Narasi penuh rasa syukur, pujian, dan apresiasi membanjiri acara Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang merupakan program kolaboratif antara Serikat Wartawan Senior Indonesia (SWSI) dengan Kementerian Kesehatan RI.
Mulai dari Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin, Menteri Komunikasi dan Informasi Digital Meutya Hafid, sampai wartawan senior yang telah berusia di atas 60 tahun, menilai acara yang besar manfaatnya itu patut dilanjutkan dan ditingkatkan dengan pemeriksaan dan pengobatan lanjutan.
Selain memberikan layanan cek kesehatan gratis, acara itu mereka nilai juga menjadi semacam terapi kesehatan jiwa karena menjadi ajang reuni dan silaturahmi sesama wartawan senior yang lama tak bersua.

Acara yang berlangsung di Ruang Siwabessy, Gedung Sujudi, Kementerian Kesehatan RI, pada Senin (26/10/2026) itu tidak tanggung-tanggung dihadiri dua menteri sekaligus, yaitu Menteri Kesehatan Budi Gunawan Sadikin dan Menteri Komunikasi dan Informasi Digital RI Meutya Hafid.
Sejumlah 175 wartawan senior yang telah berusia di atas 60 tahun –-bahkan ada yang 86 tahun, nampak antusias ikut masuk salam antrian di meja periksa.
Di sela menunggu giliran di antara mereka ada yang berbincang melepas kangen dan bertukad kabar. Tak sedikit pula yang baru berkenalan.
Nampak hadir wartawan senior Upa Labuhari, Daud Sinjal, Nasir Tamara, Ninok Leksono, Budiman Tanuredjo, Ahmadi Taha, Banjar Chairuddin, Ansal da Lopez, Lahyanto Nadie, Dimas Supriyanto, Toto Irianto, Rahmi Hidayati, Rita Sri Hastuti, serta pengurus PWI dan Dewan Pers.

Dalam sambutan dan konferensi pers, Menkomdigi Meutya Hafid mengapresiasi acara ini dan berharap menjadi program jangka panjang.
“Program ini saya rasa perlu dilestarikan. Perlu dibuat konsisten secara terus-menerus,” katanya.
Menurut Meutya Hafid, komunitas wartawan senior penting karena menjadi bagian ekosistem informasi di Tanah air dalam menjaga akurasi pemberitaan.
Membuat sebuah berita, kata mantan jurnalis Metro TV itu, tidak cukup hanya beritanya benar atau tidak.
“Membuat berita itu tidak cukup hanya benar atau tidak, tapi nampak manfaatnya bagi masyarakat atau tidak,” tegasnya.
Mengutip sambutan Wahyudi Muryadi sebelumnya, Meutya menyebutkan pada wartawan yang sehat negara akan menjadi kuat.
“Wartawan senior yang sangat sehat ini membantu negara,” tegasnya

Dalam sambutan lainnya, Menkes Budi Gunawan Sadikin mengatakabn, sesuai target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN), pemerintah berupaya meningkatkan usia harapan hidup dari 72 ke 76 tahun.
Dengan CKG, ujarnya berbagai faktor risiko dapat dideteksi lebih awal sehingga bisa dicegah agar tidak sampai memburuk menjadi empat penyebab kematian terbesae, yaitu stroke, jantung, kanker, dan ginjal.
Wartawan sehat negara kuat
Di awal acara Ketua Umum SWSI mengatakan, acara CKG kesehatan ini mengusung tagline “Wartawan sehat negara lebih kuat”.
Program ini wujud nyata kepedulian dan komitmen bersama antara Kementerian Kesehatan RI dengan SWSI untuk mendekatkan akses layanan kesehatan berkualitas langsung kepada atau di tengah-tengah masyarakat.
“Kami dari SWSI hanya ingin memastikan bahwa setiap warga negara tanpa terkecuali memiliki kesempatan untuk mendeteksi dini kondisi kesehatannya,” ujarnya.
Melalui tes kesehatan ini peserta melakukan pemeriksaan gula darah sesaat, kolesterol, risiko TBC, hepatitis, deteksi awal jantung.
Juga sapat mendeteksi dini kanker leher mulut rahim atau serviks yang bersifat opsional dan konsultasi dokter secara cuma-cuma.
Wahyu Muryadi berharap, usai cek kesehatan ini peserta dapat melakukan pemeriksaan lanjutan di pusat kesehatan masyarakat Puskesmas, atau di rumah sakit dengan memanfaatkan fasilitas BPJS Kesehatan.
“Kepada seluruh anggota SWSI yang BPJS kesehatannya mati atau tidak aktif, kami akan siap membantu untuk membayarkan iurannya selama setahun ke depan” paparnya yang disambut meriah peserta.
Banjir apresiasi
Acara CKG ini tak pelak memenuai pujian dari wartawan senior yang tergabung dalam grup WhatsApp SWSI 60+.
‘Terima kasih atas terwujudnya kegiatan periksa kesehatan gratis yang berlangsung sukses,” ungkap Ahmed Kurnia
Bahkan, katanya, tidak hanya sukses dalam penyelenggaraan periksa kesehatan gratis tetapi Juga menjadi ajang reuni teman wartawan yang sudah lama tak jumpa.
“Masya Allah. Alhamdulillah bisa jumpa teman-teman lama dan teman- senior yang usia lanjut usia kepala 7 dan kepala 8” yg masih sehat dan masih bugar,” ujarnya.
Di grup wa yang sama, Upa Labuhari mengungkapkan rasa terimakasih kepada panitia atas prakarsanya memberikan layanan gratis kepada para wartawan senior.
Dia mengaku mendapat pemeriksaan yang super baik bagaimana cara menurunkan tensi. Dia juga diperiksa jantung dan paru-paru yang secara keseluruhannya baik.
“Terima kasih khususnya kepada Menteri Kesehatan yang telah memberi saya petunjuk untuk taat dan patuh pada peraturan dokter untuk minum obat agar tensi tidak meningkat,” imbuhnya.
Nanang Sunarto menilai acara CKG berjalan sukses. Menurut dia, lebih dari sekedar pengecekan kesehatan, CKG ini sekaligus juga jadi ajang silaturahmi, temu kangen untuk merajut kembali kenangan, suka-duka para insan lintasmedia saat tugas peliputan di masa lalu.
“Kehadiran dua menteri menunjukkan. SW60+ memang organisasi bergigi” puji Dimas Supriyanto yang lama bergabung dengan Harian Pos Kota
Sedangkan bagi wartawan senior Toto Irianto yang juga menghabiskan karirnya sebagai jurnalis dan direksi harian Pos Kota, program CKG ini baru langkah awal kebersamaan sebelum berlanjut dengan program lain yang lebih bermanfaat.(hs)

