0 5 min 4 hrs

Jakarta, Rp1News–- Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta resmi memulai kembali pelaksanaan Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) di Jalan H.R. Rasuna Said, Setiabudi, Jakarta Selatan, pada Minggu (7/6).

Sebagaimana diunggah dalam akun Pemprov DKI Jakarta, lokasi baru ini dihadirkan sebagai alternatif ruang publik sehat bagi warga sekaligus bagian dari upaya mengurangi emisi, menekan polusi udara, dan memperluas pilihan kawasan olahraga di Jakarta.

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengatakan kehadiran HBKB Rasuna Said mendapat respons positif dari masyarakat. Ia menilai kawasan Kuningan memiliki potensi besar menjadi titik baru aktivitas warga karena didukung akses transportasi publik, lingkungan yang nyaman, serta karakter kawasan yang strategis.

“Hari ini Pemprov DKI Jakarta secara resmi memulai kegiatan Car Free Day di Jalan Rasuna Said atau Kuningan. Sebagian besar, hampir 95 hingga 96 persen masyarakat yang saya temui mengharapkan Car Free Day ini menjadi kegiatan yang berkelanjutan,” ujarnya, usai berjalan kaki bersama warga.

Menurut Gubernur Pramono, HBKB Rasuna Said menjadi alternatif bagi warga yang selama ini beraktivitas di kawasan Sudirman–Thamrin. Selain untuk berjalan kaki, berlari, dan bersepeda, kawasan tersebut juga diharapkan menjadi ruang interaksi sosial yang lebih nyaman bagi masyarakat.

“Saya melihat potensi yang ada di Kuningan ini. Dilihat dari pemandangannya, udaranya, dan aksesnya, saya yakin ini akan menjadi landmark baru Car Free Day di Jakarta.

Tempat ini akan menjadi pilihan masyarakat untuk berolahraga, bersilaturahmi, dan menikmati ruang publik yang lebih nyaman,” paparnya.

Pelaksanaan HBKB Rasuna Said berlangsung pukul 05.30–09.00 WIB. Untuk mendukung kelancaran kegiatan, Pemprov DKI Jakarta menyiapkan pengalihan lalu lintas melalui 10 rute alternatif, empat lokasi parkir off street dengan kapasitas 1.914 mobil dan 1.910 sepeda motor, serta layanan transportasi umum yang terhubung melalui tujuh rute Transjakarta Jabodebek dan dua rute LRT.

Khusus akses menuju Kedutaan Besar Arab Saudi, Pemprov DKI Jakarta menyiapkan kanalisasi satu lajur dari Jalan Karet Raya hingga akses masuk kedutaan. Kendaraan dari dan menuju Kedutaan Besar Arab Saudi dapat menggunakan kendaraan listrik atau kendaraan ramah lingkungan.

Selain menjadi ruang olahraga dan rekreasi, HBKB Rasuna Said juga dimanfaatkan untuk memperkuat gerakan pilah sampah dari sumber.
Kegiatan edukatif digelar melalui Parade Pilah Sampah sepanjang 1,8 kilometer di kawasan Epicentrum Rasuna Said dengan melibatkan komunitas dan pegiat lingkungan.

Pemprov DKI Jakarta turut menyediakan 30 tempat sampah terpilah, dua truk sampah anorganik, sarana penimbangan sampah, serta petugas kebersihan yang tersebar di area kegiatan. Program ini melibatkan perangkat daerah, komunitas lingkungan, BUMD, pelaku UMKM, dan masyarakat.

Gubernur Pramono menegaskan, pilah sampah harus menjadi kebiasaan sehari-hari masyarakat, bukan sekadar respons terhadap regulasi pemerintah.
Menurutnya, pengelolaan sampah yang baik harus dimulai dari rumah dan lingkungan masing-masing.

“Apa yang ingin kami lakukan adalah menjadikan pilah sampah sebagai perilaku sehari-hari masyarakat. Bukan hanya karena ada Instruksi Gubernur Nomor 5 Tahun 2026, tetapi memang menjadi gerakan bersama. Pengelolaan sampah yang baik harus dimulai dari rumah dan lingkungan masing-masing,” tandasnya.

Pada kesempatan tersebut, Duta Pilah Sampah DKI Jakarta, Cinta Laura, mengajak masyarakat, khususnya generasi muda, untuk mengambil peran aktif dalam menjaga lingkungan.

Ia menilai perubahan perilaku harus dimulai dari kesadaran bahwa setiap orang memiliki tanggung jawab terhadap persoalan sampah.

“Sebagai generasi muda, kita sering mengeluh tentang jalanan yang kotor, polusi udara, atau persoalan sampah.

Namun, yang seharusnya kita lakukan bukan menyalahkan, melainkan mengubah kebiasaan dan menyadari bahwa kita juga bagian dari masalah yang harus ikut memberikan solusi,” urainya.

Cinta menambahkan, sampah tidak selesai hanya dengan dibuang ke tempat sampah. Masyarakat perlu memastikan sampah dipilah dengan benar agar dapat dikelola, dimanfaatkan, dan didaur ulang secara optimal.

“Kehadiran saya di sini untuk mengingatkan semua orang, terutama generasi muda, agar memiliki tanggung jawab dan secara konsisten melakukan hal-hal baik. Dengan begitu, kita bisa melihat perubahan nyata di Kota Jakarta,” katanya.

Cinta juga menilai HBKB Rasuna Said memberi manfaat lebih luas karena mendorong warga untuk bergerak, berinteraksi, dan memanfaatkan ruang publik secara positif.

“Masalah lingkungan pada dasarnya adalah masalah kemanusiaan. Saya berharap ruang publik seperti ini dapat mendorong masyarakat untuk lebih sering bergerak, berinteraksi, dan bersosialisasi sehingga kualitas hidup masyarakat semakin baik,” pungkasnya.(hs)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *