0 3 min 7 hrs

Jakarta, Rp1News – Usai dilantik Presiden Prabowo sebagai Menteri Keuangan di Istana Negara pada Senin sore (14/9/2026), Suahasil Nazara kembali ke kantornya di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, pada jam 16.40 WIB bersama istrinya, Christina Pusporini Messakh.

Di sini sejumlah karyawan dan jajaran pejabat Kemenkeu serta jurnalis telah menunggunya.

Suahasil Nazara memang bukan orang baru di lingkungan Kemenkeu. Sebelum dipercaya sebagai Menteri Keuangan, sejak 25 Oktober 2019 dia telah memperkuat Kabinet Indonesia Maju era pemerintahan Presiden Joko Widodo sebagai Wakil Menteri Keuangan.

Kemudian dia kembali dilantik sebagai Wakil Menteri Keuangan pada 21 Oktober 2024 dalam Kabinet Merah Putih pimpinan Presiden Prabowo.
Suahasil Nazara yang memiliki rekam jejak panjang di dunia akademis itu adalah ekonom nonprtai yang pernah dipercaya menduduki jabatan strategis, antara lain menjadi Wakil Ketua Komite Pengawas Pelaksanaan Otonomi Daerah dan Kepala
Badan Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan pada tahun 2010 hingga 2015.

Dia juga pernah menjabat sebagai Anggota Dewan Komite Ekonomi Nasional pada 2013 hingga 2014, dan pada 2016 menjabat Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan.

Ditanya wartawan tentang tugas utama yang diberikan Presiden Prabowo Subianto kepadanya sebagai Menkeu, Suahasil Nazara menjawab, tugasnya adalah menjaga keuangan negara dan memastikan keuangan negara akan terus menjadi APBN yang menstabilkan ekonomi.

Juga, lanjutnya, menjadikan APBN bermanfaat maksimal untuk rakyat dan masyarakat Indonesia secara keseluruhan baik melalui konsumsi masyarakat, melalui investasi, melalui pengeluaran pemerintah, dan lebih-lebih lagi melalui kegiatan ekspor.

“Kalau teman-teman Kementerian Keuangan ada di sini, saya yakin saya bukan mau bilang kalian sudah kenal saya, tapi saya yakin Anda ngerti tugas Anda. Betul?” ungkap Suahasil Nazara yang disambut tepuk tangan riuh.

Dia berpesan agar ke depan jajaran Kemenkeu melanjutkan pekerjaan masing-masing dan membuat Kementerian Keuangan kredibel, bisa dipercaya, dan membanggakan bagi seluruh masyarakat Indonesia.

Menyinggung tentang efisiensi, Suahasil menegaskan bahwa efisiensi APBN tidak semata-mata dimaknai sebagai pemotongan belanja. Efisiensi harus memastikan setiap anggaran yang digunakan menghasilkan keluaran yang maksimal dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Efisiensi itu bukan hanya sekadar potong belanja. Efisiensi itu adalah menggunakan belanja yang ada untuk menghasilkan output yang maksimal, yang kemudian bermanfaat bagi masyarakat,” ungkapnya Suahasil.

Dalam mengemban amanah barunya, Suahasil turut memastikan proses transisi di Kementerian Keuangan akan dikoordinasikan dengan baik. Dengan demikian, pengelolaan keuangan negara dan pelaksanaan berbagai program pemerintah dapat terus berjalan secara berkesinambungan.(hs)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *