Jakarta, Rp1News — Ketua Umum AJI Indonesia, Nany Afrida dalam orasi di Festival Media Selat Malaka mengingatkan peran jurnalis untuk memastikan publik tidak kehilangan kebenaran. Jurnalisme, kata dia, tidak pernah lahir untuk menyenangkan penguasa.
“Ketika demokrasi menyempit, ketika kekuasaan semakin tidak nyaman dengan kritik, ketika pemerintah ikut menjadi sumber disinformasi, maka pertanyaan selanjutnya adalah: apakah kita masih berani menjalankan jurnalisme ketika kebenaran memiliki risiko?,” ungkap Nany pada Minggu, 20 September 2026.
Dikutip dari akun AJI Indonesia,Rabu (23/9/2026), Nany juga menyinggung soal sebagian pihak yang menggunakan jurnalisme justru untuk mengancam atau memeras.
“Jurnalis yang professional tidak menjadikan ancaman pemberitaan sebagai alat tawar-menawar dan transaksional. Tidak meminta uang agar sebuah berita tidak diterbitkan. Dan tidak menggunakan penderitaan rakyat sebagai komoditas untuk kepentingan pribadi.”
Melalui orasi, Nany menegaskan, mereka yang memeras dengan mengatasnamakan pers harus diproses sesuai hukum. Perilaku mereka tidak boleh dibiarkan karena akan merusak kepercayaan publik terhadap seluruh jurnalis.
Festival Media Selat Malaka 2026 digelar selama beberapa hari, pada 19-21 September 2026 di Batam dan Tanjungpinang.
Ini merupakan kegiatan yang dirancang sebagai platform kolaborasi strategis yang mempertemukan insan pers, media, masyarakat sipil, aktivis, akademisi, komunitas lokal, mahasiswa hingga pemangku kepentingan. (hs)

