0 3 min 11 hrs

Jakarta, Rp1News – Pemimpin Redaksi Rp1News Toto Irianto hadir dan turut menggagas dan mendeklaraiskan organisasi Serikat Wartawan Senior Indonesia (SWSI) di Jakarta, Jumat (17/4/2026).

Toto Irianto, alumni Sekolah Tinggi Publisistik yang kemudian menghabiskan masa kerja di koran Poskota, tampil bersama para penggagas dan deklarator di atas panggung.

Mereka yang tercatat sebagai pendiri adalah Abdullah Alamudi , Banjar Chairuddin, Budiman Tanuredjo, Don Bosco Selamun, Firdaus Badari, Heddy Lugito, Herbert Timbo Siahaan, Husein Abdullah, Ilham Bintang, Karni Ilyas, Kemal Gani, Marthen Selamet, Rahmi Hidayati, Marah Sakti Siregar, Rachmi Hidayati, Suryopratomo, Toto Irianto, dan Wahyu Muryadi yang mewakili Ketua Umum SWSI.

Acara yang berlangsung sederhana namun meriah dan penuh persahabatan itu bertabur bintang para jurnalis senior yang pernah mencapai masa keemasannya di era media cetak. Ada juga yang masih aktif mengelola media maupun menjalani profesi penulisan dan bidang lainnya itu.

Selain jurnalis senior yang sebagian berusia di atas 60 tahun, dari kalangan pemerintah hadir pula Menkomdigi Meutya Hafid dan Staf Ahli Presiden Kodari.

Tampak pula Anies Baswedan, Todung Mulya Lubis, Nasir Tamara, Sofyan Wanandi, mantan Menteri Kelautan Susi Pudjiastuti, Sudjiwo Tedjo.

Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi), Meutya Hafid dalam sambutannya, mengaku terharu dengan semangat para mentornya.

Dalam berbagai hal, Menkomdigi Meutya Hafid antara lain mengatakan, jurnalis sejati tidak pernah benar-benar berhenti. Karya, komitmen, dan keberanian mereka akan terus hidup. Pemerintah menandai lahirnya SWSI sebagai ruang yang menghadirkan kesempatan untuk berdiskusi dan check and balances.

Menteri berharap, SWSI menjadi penghubung antar generasi. Para jurnalis senior dapat menularkan integritas dan ketatnya proses verifikasi kepada jurnalis muda di era digital.

Keresahaan wartawan senior

Salam Beragam yang segar penuh canda, Ketua Umum SWSI, Wahyu Muryadi mengatakan, pembentukan organisasi ini berangkat dari keresahan para wartawan senior yang merasa belum mendapat ruang untuk tetap berkontribusi, padahal sebagian besar masih produktif

Menurut Wahyu, banyak wartawan yang masih produktif, tulisannya bagus, pemikirannya tajam, tapi merasa tidak pernah diperhitungkan.

Mantan wartawan Tempo itu menilai, para wartawan senior merupakan kekuatan intelektual besar yang perlu dihimpun dan diberdayakan untuk kepentingan bangsa.

Langkahnya tidak harus selalu dilakukan negara, namun bisa juga melalui inisiatif kolektif para jurnalis sendiri, pungkas Wahyu.(hs)

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *