0 5 min 2 hrs

 

Jakarta, Rp1News — Panitia Pelaksana perayaan Tri Suci Waisak 2569 BE/2026 yang akan dipusatkan di Candi Borobudurpada bulan Mei, melakukan serangkaian audiensi dengan sejumlah menteri di Kabinet Merah.

Pada Jumat (24/4/2026), Bhante diterima oleh Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian.

Dalam kesempatan tersebut Bhante Karuna Murdaya selalu Wakil Ketua Panitia, Bhante Srivasam, Subu Dutabira, Pandita Tasimun, Agus Jaya, dan Alex Tumondo.

Audiensi ini menjadi bagian dari persiapan koordinasi menjelang perayaan Waisak yang penuh makna di Borobudur, kata Alex Tumondo, Panitia Waisak Nasional 2026, Sabtu (25/4/2026).

Menurut Alex Tumondo sebelumnya, pada Senin (20/4/2026) Panitia Waisak Nasional 2026 juga telah beraudiensi dengan Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Republik Indonesia, Agus Harimurti Yudhoyono di Senin, dalam rangka menyampaikan rencana pelaksanaan

Audiensi ini diterima langsung oleh AHY (Agus Harimurti Yudhoyono) yang didampingi Merry Riana, Staf Khusus Bidang Kerja Sama Lembaga Non Pemerintah dan Kerja Sama Luar Negeri, serta jajarannya.

Dari pihak panitia hadir Wakil Panitia Waisak Nasional Indonesia Karuna Murdaya, YM. Bhikkhu Wongsin Labhaiko Mahathera, YM. Bhikkhu Kamsai Sumano Mahathera, dan Ketua Majelis WALUBI.

“Dalam kesempatan itu Bapak Karuna Murdaya memaparkan rencana rangkaian kegiatan Waisak 2026 sekaligus menyampaikan undangan resmi kepada Menteri Koordinator untuk dapat berkenan hadir dalam perayaan puncak Waisak di Borobudur,” papar Alex Tumundo.

Permohonan tersebut juga disampaikan secara langsung oleh Bhikkhu Wongsin Labhiko Mahathera, sebagai bentuk harapan umat Buddha atas kehadiran pemerintah dalam momentum suci tersebut.

Dalam pertemuan tersebut, Menteri mengapresiasi terselenggaranya perayaan Waisak di tahun 2025 yang berjalan dengan tertib, lancar, dan penuh kekhidmatan.

Hal ini dinilai sebagai wujud kerja sama yang baik antara panitia, pemerintah, dan seluruh elemen umat Buddha.

Menanggapi undangan yang disampaikan, Agus Harimurti Yudhoyono menyampaikan rasa terima kasih dan mengapresiasi kehormatan yang diberikan.

Disampaikan pula komitmen untuk terus menjaga dan melanjutkan hubungan baik yang telah terjalin antara pemerintah dengan tokoh-tokoh umat Buddha.

Menurut AHY, kehadiran dalam perayaan keagamaan yang memiliki nilai sejarah dan spiritual tinggi seperti Waisak di Borobudur merupakan langkah positif dalam mempererat persatuan dan kebangsaan.

Menteri mengungkapkan kesan mendalam terhadap pelaksanaan Waisak sebelumnya di Borobudur berlangsung tertib dan terorganisir dengan baik serta menjadi perhatian.

“Sebagai bentuk dukungan, telah disiapkan video sadap dalam rangka perayaan Waisak 2026. Harapan untuk dapat hadir secara langsung juga disampaikan, dengan mempertimbangkan kondisi dan agenda kenegaraan yang ada,” papar Alex Tumondo.

Dia berharap Audiensi ini semakin memperkuat sinergi antara pemerintah dan umat Buddha dalam menyukseskan perayaan Waisak 2026 yang damai, khidmat, serta membawa pesan harmonis dan persatuan bagi seluruh masyarakat Indonesia. (jam)

Sambutan hangat Menteri Agama

Alex Tumindo memaparkan, sebelum beaudiensi dengan kedua menteri Kabinet Merah Putih di atas, Panitia Waisak Nasional Indonesia dari Perwakilan Umat Buddha Indonesia (WALUBI) juga telah melakukan audiensi dengan Menteri Agama Republik Indonesia pada Selasa (7/4/2026) di kantornya.

“Pertemuan ini menjadi langkah awal yang strategis dalam memperkuat koordinasi lintas sektor guna memastikan kelancaran dan keberhasilan rangkaian kegiatan Waisak Nasional 2026,” terang Alex.

Audiensi berlangsung dalam suasana hangat dan penuh semangat kebersamaan. Hal ini mencerminkan komitmen bersama antara pemerintah dan umat Buddha untuk menghadirkan perayaan Waisak yang khidmat, tertib, serta membawa pesan damai dan persatuan bagi seluruh masyarakat Indonesia.

Pada kesempatan tersebut, ujar Alex Tumindo, Menteri Agama KH. Nasaruddin Umar didampingi oleh Staf Khusus Gugun Gumilar, serta Dirjen Bimas Buddha Supriyadi.

“Menteri Agama menyambut baik serta memberikan dukungan penuh terhadap Panitia Waisak Nasional Indonesia sebagai bagian dari perayaan keagamaan yang memiliki nilai spiritual sekaligus sosial yang tinggi,” tegas Alex.

Dalam kesempatan tersebut, Panitia Waisak Nasional Indonesia WALUBI menyampaikan rencana rangkaian kegiatan Waisak yang bersifat nasional dan melibatkan berbagai elemen masyarakat.

Perayaan Tri Suci Waisak 2570 BE/2026 akan berlangsung secara Nasional pada tanggal 3 Mei hingga 31 Mei 2026.

Kegiatan tersebut meliputi karya bakti di Taman Makam Pahlawan se-Indonesia, bakti sosial kesehatan, pengambilan Api Dharma di Mrapen, pengambilan Air Suci di Umbul Jumprit, hingga perayaan puncak di Candi Mendut dan Candi Borobudur yang akan ditutup dengan festival lampion.

Waisak 2570 BE/2026 yang mengusung tema “Dharma Sebagai Sumber Moral dan Kebijaksanaan” dengan subtema “Cinta Kasih Sumber Perdamaian Dunia”.

Menurut Alex, tema yang diangkat tahun ini sangat kuat. Dharma sebagai sumber moral dan kebijaksanaan harus menjadi pijakan dalam kehidupan berbangsa.

“Dari situ lahir cinta kasih yang menjadi dasar perdamaian dunia,” ucap Nasaruddin Umar seperti dikutip Alex Tumundo.

Melalui audiensi ini, lanjut Alex, diharapkan terjalin sinergi yang semakin kuat antara pemerintah, panitia, dan seluruh elemen masyarakat dalam menyukseskan Waisak Nasional Indonesia 2026.

“Perayaan ini tidak hanya menjadi momentum keagamaan bagi umat Buddha, tetapi juga menjadi sarana mempererat persatuan, menumbuhkan nilai-nilai toleransi, serta memperkokoh keharmonisan dalam keberagaman bangsa Indonesia,” pungkas Alex Tumundo.(hs)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *