0 2 min 12 hrs

Jakarta, Rp1News — Dalam rangkaian Canada Investment Summit 2026 di Toronto, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto menghadiri roundtable bertajuk “Exchanging Investor Insights on Canada” yang dipimpin Menteri Luar Negeri Kanada Anita Anand.

“Dalam diskusi bersama pemerintah Kanada dan investor global, saya menyampaikan posisi strategis Indonesia di kawasan Indo-Pasifik, termasuk sebagai negara ASEAN pertama yang menandatangani Indonesia-Canada CEPA (ICA-CEPA),” ungkap Airlangga Hartarto dalam akun pribadinya, Jumat (18/9/2026).

Menurut dia, fundamental ekonomi Indonesia yang terjaga dengan pertumbuhan sekitar 5% dalam tujuh tahun terakhir dan inflasi di bawah 3% menjadi salah satu landasan penting untuk terus membangun kepercayaan investor di tengah dinamika ekonomi global.

Kami juga membahas peluang memperkuat investasi dua arah. Salah satunya melalui proyek LNG di British Columbia senilai USD5,1 miliar yang saat ini telah mencapai sekitar 60% tahap konstruksi.

Ke depan, terdapat peluang baru di sektor pulp and paper, data center, mineral kritis, energi terbarukan, hingga pengembangan ekspor stainless steel Indonesia ke Kanada.

Indonesia, ungkap Airlangga, memiliki cadangan nikel terbesar dunia serta merupakan salah satu produsen utama tembaga dan bauksit. Potensi ini dapat menjadi bagian penting dari penguatan rantai pasok mineral global.

Karena itu, kata Airlangga, pihaknya terbuka untuk memperluas cross investment Indonesia–Kanada, termasuk melalui dukungan pembiayaan dari lembaga seperti Export Development Canada (EDC), dana pensiun, dan lembaga investasi Kanada lainnya.

Pertemuan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kepercayaan dan kerja sama investasi kedua negara, sekaligus mempersiapkan implementasi penuh ICA-CEPA yang ditargetkan efektif pada akhir tahun ini. (hs)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *