0 3 min 2 yrs

Jakarta, Rp1news – Wakil Presiden (Wapres) K.H. Ma’ruf Amin mendorong Polri untuk terus meningkatkan kepercayaan masyarakat, dan harus dapat menerima masukan masyarakat yang dilayaninya.

Itu disampaikan Wapres saat menghadiri secara virtual Seminar Peserta Didik Sekolah Staf dan Pimpinan Tinggi (SESPIMTI) POLRI Pendidikan Reguler (DIKREG) Ke-33 Tahun 2024, Kamis (08/08/2024).

Wapres menambahkan Polri harus dapat menerima masukan masyarakat yang dilayaninya. Hal ini semata untuk terus meningkatkan kinerja dan kepercayaan publik terhadap Polri.

“Dengarkan saran kritik masyarakat dan tindak lanjuti secara nyata sesuai dengan prosedur yang ada. Aspirasi masyarakat merupakan dorongan untuk memberikan pelayanan keamanan dan ketertiban yang lebih baik lagi di masa mendatang,” tuturnya.

Dalam pidato kuncinya tersebut, Wapres juga menekankan pentingnya untuk cepat tanggap dalam menghadapi aduan masyarakat. Sikap ini harus dipedomani oleh anggota Polri di seluruh tingkatan.

“Tingkatkan kemampuan SDM aparatur di bidang siber agar lebih responsif dan tanggap atas laporan masyarakat. Latih personil Polri dari tingkat Mabes sampai ke tingkat Polsek dengan melibatkan unsur-unsur terkait,” tambah Wapres.

Wapres mengingatkan, sebagai institusi yang menjalankan fungsi pengamanan dan pengaturan masyarakat agar tercipta situasi dan kondisi keamanan dan ketertiban,

Mengakhiri pidatonya, Wapres berharap agar seminar ini dapat merumuskan sejumlah terobosan pemikiran yang segera diaplikasikan secara menyeluruh dalam peningkatan keamanan siber di Indonesia.

“Semoga seminar ini menghasilkan rekomendasi kebijakan dan langkah-langkah strategis dalam penanganan kejahatan siber, mulai dari fase preemtif, preventif, hingga penindakan,” tutup Wapres.

Kepala Sespim Lemdiklat Polri Chryshnanda Dwilaksana menekankan pentingnya kolaborasi antarlembaga dalam menjawab berbagai tantangan di era digital.

 Ia menyebut, bangsa Indonesia juga masih menghadapi kerawanan siber akibat penggunaan aplikasi dari luar.

“Pada era digital saat ini permasalahan akan semakin berkembang, oleh karena itu harus ada ketentuan dalam dunia virtual. Kita semua paham, kita masih menggunakan sistem aplikasi yang belum berdaulat dan penuh kerawanan. Oleh karena itu, sinergitas para pemangku kepentingan sangat penting,” jelasnya.

Lebih lanjut, Chryshnanda menuturkan bahwa SDM adalah aset utama bangsa yang pada era digital saat ini diharapkan piawai dalam Network IoT (Internet of Things). Melalui kegiatan ini, peserta rapat juga diharapkan mampu memahami dan membangun sebuah sistem mutakhir yang dapat diandalkan dalam pelayanan masyarakat yang berbasis data.

Sebagai informasi, seminar dengan judul “Kolaborasi Penanggulangan Serangan Siber” ini mendatangkan para narasumber praktisi dan pakar siber Indonesia, yaitu I Nyoman Adhiarna, Mayjen TNI Dominingus Pakel, Prof. Yudho Giri Sucahyo, dan Tegug Aprianto.

Dalam kesempatan ini Wapres didampingi oleh Kepala Sekretariat Wapres Ahmad Erani Yustika, Deputi Bidang Dukungan Kebijakan Pembangunan Manusia dan Pemerataan Pembangunan Suprayoga Hadi, Staf Khusus Wapres Masduki Baidlowi, Maykuri Abdillah, dan M. Imam Azis, serta Tim Ahli Wapres Farhat Brachm. (@)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *