Bekasi, Rp1News — Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi dan Dirut Kereta Api Indonesia Bobby Rasyidin memberikan update lanjutan terkait kondisi terkini dari lokasi kejadian kecelakaan kereta di stasiun Bekasi Timur,
Hingga pukul 01.13 WIB, Selasa (28/4/2026), petugas gabungan telah melakukan hal sebagai berikut:
1. Per jam 01.13 korban meninggal dunia ada 4, kemudian yang dievakuasi di dalam kereta ada 71 orang.
Kepada seluruh korban Pemerintah akan melakukan perawatan yang optimal untuk para penumpang yang optimal.
2. Kami melakukan proses evakuasi pada saat ini seperti yang kita lihat masih ada beberapa korban yang terperangkap di dalam kereta.
3. Peristiwa ini terjadi pada jam 21.00 kurang, yang diawali dengan adanya temperan taksi green sm (hijau) di JPL 85.
Sehingga hal ini dicurigai membuat sistem perkeretaapian di daerah stasiun emlasemen Bekasi Timur terganggu.
4. Kronologi kecelakaan diserahkan kepada KNKT untuk lebih detail mencari tau penyebab kecelakaan mobil pada malam hari ini.
5. Di dalam kereta sekitar 6-7 orang yang masih terjebak di dalam kereta. Kemudian bagian dari Kereta Anggrek sudah dilakukan pemotongan rangkaian dan sudah ditarik mundur.
Empat orang tewas ,74 luka
Sebelumnya, Senin (26/4/2026) didapat keterangan, telah terjadi kecelakaan kereta rel listrik (KRL) PLB 5568A (CL KPB–CKR) dengan kereta jarak jauh Argo Bromo PLB 4B relasi Gambir–Surabaya, Pasar Turi, terjadi di Stasiun Bekasi Timur, KM 28+920 pada pukul 20.52 WIB, Senin, 27 April 2026.
Wali Kota Bekasi Tri Adhianto mengatakan, sebanyak 74 penumpang kereta yang terluka akibat kejadian kecelakaan di Stasiun Bekasi Timur telah dievakuasi ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis.
serupa dilaporkan akun InfoBekasi, Senin malam (27/4/2026) Tri menuturkan, 59 korban dirawat di RSUD Kota Bekasi, 12 di RS Primaya Bekasi Timur dan tiga di RS Bella Bekasi Timur.
Mengenai korban meninggal dilaporkan empat orang. Sementara beberapa korban dilaporkan masih terjebak di gerbong KRL dan masih proses evakuasi hingga Selasa dini hari.
“Prioritas utama kami malam ini adalah keselamatan dan penanganan korban. Semua harus tertangani dengan cepat dan tepat,” ujar Wali Kota di lokasi.
Wali Kota memastikan Pemerintah Kota Bekasi telah mengerahkan seluruh sumber daya yang diperlukan untuk membantu proses evakuasi dan penanganan darurat, termasuk dukungan tenaga kesehatan, fasilitas ambulans, hingga koordinasi rumah sakit.
“Kami tidak ingin ada korban yang terlambat tertangani. Semua rumah sakit di sekitar lokasi sudah kami siagakan untuk menerima korban,” tegasnya.
Vice President Corporate Communications KAI, Anne Purba menyampaikan telah menyiagakan informasi posko di Stasiun Bekasi Timur dan contact center dengan nomor 121.
“Ini kami juga menyiapkan informasi posko di Stasiun Bekasi Timur agar keluarga dapat menghubungi kami juga, baik melalui contact center 121 ataupun melalui info posko di Stasiun Bekasi Timur,” jelas dia.
KAI Minta Maaf
Sementara itu pihak PT KAI yang membenarkan telah terjadi kejadian di Stasiun Bekasi, menyatakan permintaan maaf
“Telah terjadi kejadian operasional di wilayah Stasiun Bekasi Timur, yang berdampak pada perjalanan kereta api,” tulis akun KAI, Senin (27)4/2026).
Saat ini, KAI fokus pada upaya penumpang dan sarana bangun, serta penanganan korban dengan prioritas utama keselamatan. Pihaknya juga terus berkoordinasi dengan pihak terkait di lapangan.
“KAI menyampaikan permohonan maaf atas kejadian ini. Informasi terbaru akan disampaikan secara berkala melalui kanal resmi KAI,” ungkapnya (hs, berbagai sumber)

