Jakarta, Rp1News — Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Sadewa mengunggah hasil survei di akun pribadinya, Senin (10/8/2026).
Dalam unggahan itu disebutkan, survei Indonesia Political Opinion (IPO) mencatat tingkat ketidakpuasan publik terhadap kinerja Presiden Prabowo Subianto mencapai 35 persen, namun mayoritas masih memberikan penilaian positif.
Direktur Eksekutif IPO Dedi Kurnia Syah menyebut kondisi ini menunjukkan persepsi publik masih relatif stabil.
Secara rinci, 57 persen responden menyatakan puas dan 6 persen sangat puas, sehingga total kepuasan mencapai 63 persen.
Sementara 30 persen tidak puas, 5 persen sangat tidak puas, dan 2 persen tidak tahu atau tidak menjawab.
“Masih didominasi tingkat kepuasan dibanding yang tidak, ini indikasi jika mayoritas masyarakat masih melihat upaya pemerintah bekerja dalam koridor yang benar,” kata Dedi, Sabtu (8/8/2026).
IPO juga mengidentifikasi faktor pendorong kepuasan, dengan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di posisi teratas 15,7 persen.
Disusul pemberantasan korupsi 12,5 persen, bansos 11 persen, program kerja yang dirasakan langsung 7,2 persen, serta ketegasan pemimpin 5,8 persen.
Faktor lain meliputi ketahanan di tengah krisis, perbaikan ekonomi, kepedulian pada rakyat, hingga stabilitas politik.
Dedi menilai masyarakat cenderung menilai berdasarkan kebijakan yang manfaatnya dirasakan langsung.
Survei nasional ini digelar 27 Juli – 3 Agustus 2026 terhadap 1.200 responden dengan metode multistage random sampling, tingkat kepercayaan 95 persen dan margin of error ±2,9 persen.(hs)

